Amazon Kuiper Tantang Starlink, Investasi di Indonesia untuk Internet Satelit

Amazon Kuiper Tantang Starlink, Investasi di Indonesia untuk Internet Satelit

Amazon Kuiper, proyek orbit rendah bumi (LEO) milik Amazon, berencana membangun enam stasiun gerbang di Indonesia dengan investasi awal sebesar 20 juta dolar AS (Rp328 miliar). Langkah ini dipandang sebagai upaya menantang dominasi Starlink dalam layanan internet satelit.

LEO merupakan satelit yang mengorbit pada ketinggian sekitar 500 hingga 1.200 kilometer di atas permukaan bumi, dengan periode orbit sekitar 90 menit. Dengan jarak yang lebih dekat ke bumi, satelit ini dapat digunakan untuk penelitian ilmiah, pencitraan, serta komunikasi berlatensi rendah. Saat ini, salah satu penyedia layanan internet berbasis satelit di Indonesia adalah Starlink.

Investasi Amazon Kuiper ini berlaku untuk tiga hingga lima tahun setelah peluncuran dan diperkirakan meningkat hingga 90 juta dolar AS pada tahun 2035. Perusahaan ini menunjukkan minat untuk memperluas infrastruktur dan mempercepat akses internet di berbagai wilayah Indonesia.

Amazon Kuiper juga telah mengajukan izin operasional di Indonesia, termasuk lisensi telekomunikasi dan hak penyewaan satelit. Hal ini sejalan dengan regulasi terbaru yang memungkinkan perusahaan asing beroperasi dengan Nomor Induk Berusaha (NIB).

“Kami memahami bahwa konektivitas masih menjadi tantangan di banyak daerah terpencil. Oleh karena itu, kami ingin bekerja sama dengan pemerintah dan mitra lokal untuk menyediakan akses internet yang lebih luas bagi masyarakat Indonesia,” ujar Gonzalo de Dios, Kepala Global Perizinan dan Regulasi Internasional Amazon Project Kuiper, pada Senin, 17 Maret 2025.

Menteri Komunikasi dan Aplikasi Digital, Meutya V. Hafid, menyatakan bahwa teknologi satelit memiliki peran penting dalam mengatasi kesenjangan digital, terutama di daerah terpencil.

Ia menambahkan bahwa teknologi ini dapat mendukung pengembangan ekosistem digital nasional, termasuk pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta peningkatan layanan e-government, e-health, dan e-education.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap warga negara, tanpa memandang lokasi, memiliki akses yang setara terhadap teknologi digital. Dengan dukungan investasi dan inovasi dari sektor swasta, kita dapat mempercepat transformasi digital dan menciptakan peluang yang lebih besar bagi masyarakat,” kata Meutya.

Kementerian Komunikasi dan Aplikasi Digital juga menegaskan akan terus memfasilitasi proses perizinan dan diskusi yang diperlukan untuk memastikan kelancaran proyek Amazon Kuiper di Indonesia.