Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan. (FB Luhut Binsar Pandjaitan)

THREECHANNEL.CO – Di tengah Pandemi Covid-19 dengan segala dampak yang ditimbulkannya, 2 Menteri Kabinet Indonesia Maju tengah berkonsentrasi pada pengadaan toilet dan air besih berstandar internasional di sejumlah kawasan wisata super-prioritas. Setelah Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno membentuk Satgas Toilet Indonesia, kini Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan (LBP) membangun 25 toilet di Danau Toba, Sumatera Utara. Tidak tanggung-tanggung, LBP bahkan menggandeng sebuah startup internasional yang bernama Mister Loo.

“… ada 25 toilet yang dibangun di spot-spot turis di Toba ini dan ini CSR dari beberapa perusahaan dan sekarang kita kontrakkan kepada namanya Mister Loo. Mister Loo ini yang punya organisasi secara internasional ngurus WC. Jadi Bapak-Ibu sekalian, WC itu penting karena di tempat-tempat spot turis kalau tidak ada WC, tidak ada air, tidak ada gunanya. Nah, airnya kita ambil, kita bikin sumur, kita tarik ke atas, itu berjalan.” Demikian ujar LBP melalui video yang diunggah akun Instagramnya @luhut.pandjaitan, Minggu (14/2/2021).

Meskipun dana yang digunakan berasal dari CSR sejumlah perusahaan, LBP tidak menyebutkan berapa biaya yang dibutuhkan untuk pembangunan dan instalasi 25 toilet premium itu.

Dalam artikel Bangkok Post yang dipublikasikan pada 28 Desember 2020, Mister Loo membutuhkan biaya instalasi mulai dari 1,4 Juta Bath sampai 3 Juta Bath, tergantung dari ukuran dan kualitas toilet yang diinginkan. Jumlah tersebut setara dengan 651 Juta Rupiah hingga 1,395 Miliar Rupiah (Kurs 465). Karenanya, instalasi 25 toilet Mister Loo di Danau Toba diperkirakan menelan biaya 16,275 Miliar Rupiah sampai 34,875 Miliar Rupiah. Di Indonesia, Mister Loo setidaknya telah mendapatkan 2 kontrak untuk instalasi toilet premium. Pada Kuartal I 2021, Mister Loo menargetkan untuk dapat masuk dan melebarkan sayapnya ke Filipina.

Adapun fasilitas toilet Mister Loo menggunakan sensor untuk menunjukkan kapan tisu toilet dan sabun hampir habis, kapan orang keluar-masuk dan seberapa sering setiap toilet dibersihkan. Ada pula mesin penjual otomatis untuk produk kesehatan, kotak kunci bahkan shower. Sedangkan tarif sewa yang dibebankan kepada pengguna toilet Mister Loo adalah 5 Bath (Rp 2.350 ) untuk non-AC dan 10 Bath (Rp 4.650) untuk yang ber-AC.

Salah satu Pendiri Mister Loo yang bernama Andreas Wanner mengatakan bahwa pihaknya berencana mengumpulkan data para pelanggan untuk dibagikan kepada organisasi kesehatan. Perusahaan juga sedang menguji kios kesehatan yang bisa digunakan untuk memeriksa berbagai biometrik seperti berat badan dan tekanan darah.

Sebagai informasi, Mister Loo adalah perusahaan start-up spesialis toilet dan kamar mandi umum yang menawarkan fasilitas premium. Pendiri sekaligus pemiliknya yakni 2 pengusaha asal Swiss bernama Andreas Wanner dan Dominik Schuler. Kantor perwakilannya terdapat di Zurich (Swiss), Bangkok (Thailand) dan Ho Chi Minh City (Vietnam).

(ham)