Erick Thohir (kiri) dan Garibaldi Thohir alias Boy Thohir (kanan) bersama kedua orangtuanya. (ist)

THREECHANNEL.CO – Pemerintah telah memperkirakan Vaksin Merah Putih baru bisa diproduksi pada pertengahan 2022 atau lebih lambat dari prediksi sebelumnya pada akhir 2021. Akan tetapi hingga saat ini Vaksin Merah Putih belum masuk dalam anggaran Pemerintah. Alih-alih menjalin kerjasama dengan Himbara (Himpunan Bank Negara), Pemerintah melalui Bio Farma selaku Holding BUMN Farmasi malah membuka keran bagi investor swasta untuk menanamkan modalnya.

Sungguh ironis, kalau Pemerintah sanggup menggelontorkan lebih dari Seribu Triliun Rupiah untuk penanggulangan Covid-19 pada tahun 2020 termasuk membeli Vaksin Covid-19 dari luar negeri, kenapa tidak mengucurkan anggaran untuk Vaksin Merah Putih? Bagaimana hal ini bisa terjadi? Apakah Vaksin Merah Putih dipersiapkan untuk menjadi ladang bisnis bagi perusahaan swasta? Meskipun mengaku masih kekurangan pemodal, Bio Farma setidaknya telah menggandeng dan bernegosiasi dengan 6 investor swasta. Mulai dari Kalbe Farma, Sanbe Farma, Daewoong, Biotis, Tempo Scan hingga Maybank Indonesia.

Berdasarkan penelusuran Threechannel pada Sabtu (13/2/2021), salah satu perusahaan yang menjadi investor Vaksin Merah Putih terhubung dengan Menteri BUMN Erick Thohir dan keluarganya. Tabir mengenai hubungan tersebut mulai terkuak setelah Maybank Indonesia menginvestasikan 185 Juta Dollar AS atau setara 2,6 Triliun Rupiah kepada Bio Farma.

Keluarga Thohir terhubung ke Maybank Indonesia melalui PT Wahana Ottomitra Multiartha atau yang lebih dikenal dengan nama WOM Finance. Pemilik perusahaan pembiayaan ini adalah Maybank Indonesia merangkap induk (68,55%), Wahana Artha Group (23,93%) dan Publik (7,51%).

Wahana Artha Group sebagai pemegang saham terbesar ke-2 di WOM Finance, dimiliki oleh PT Wahanaartha Harsaka (99,99%) dan PT Wahana Artha Mandiri (0,01%). Kedua perusahaan tersebut berafiliasi secara langsung dan tidak langsung dengan Keluarga Thohir.

1. Wahanaartha Harsaka

Pemegang saham mayoritas PT Wahanaartha Harsaka ialah PT Sahari Sukses Investama (52,60%) – yang dikendalikan oleh Keluarga Thohir melalui PT Trinugraha Thohir (61,41%).

PT Trinugraha Thohir sepenuhnya dimiliki oleh Keluarga Thohir dengan komposisi M Thohir (ayah) 40%, Edna Thohir (ibu) 30%, Garibaldi Thohir alias Boy Thohir (kakak) 10%, Hireka Vitaya alias Rika Thohir (kakak) 10% dan Erick Thohir sebanyak 10%.

2. Wahana Artha Mandiri

Pemegang saham Wahana Artha Mandiri adalah Garibaldi Thohir alias Boy Thohir dengan kepemilikan 33,30%. Ia bermitra dengan Sonny Kasiman (32,30%), Susianty Pranata (23,55%) dan Robbyanto Budiman (11,85%).

Nama-nama tersebut juga menjadi rekan bisnis Keluarga Thohir dalam jenjang kepemilikan di PT Wahanaartha Harsaka. Nama-nama lain yakni Bellynawati, Sherli Janawati, Yanto Kasiman dan Michael Christian Soekamto.

3. Garibaldi Thohir Alias Boy Thohir

Garibaldi Thohir alias Boy Thohir tidak hanya tercatat sebagai Komisaris di WOM Finance yang merupakan anak perusahaan Maybank Indonesia, tapi juga Komisaris sejak 2011 di Wahana Artha Group – perusahaan Pemegang Saham terbesar ke-2 di WOM Finance setelah Maybank Indonesia. Informasi ini tercantum dalam Annual Report 2019 Maybank Indonesia, Annual Report 2019 WOM Finance dan website Wahana Artha Group.

Komisaris lainnya di Maybank Indonesia (Induk WOM Finance) yakni Edwin Gerungan bersama-sama Garibaldi Thohir alias Boy Thohir pernah menjadi Komisaris di anak perusahaan Adaro Energy yang bernama PT IndoMet Coal Project (IMC) sebagaimana yang dimuat dalam Annual Report 2013 Adaro Energy.

(ham)