Rustam Effendi. (Republika)

THREECHANNEL.CO – Teka-teki di balik pensiun dini Rustam Effendi sebagai Walikota Jakarta Barat perlahan mulai terkuak. Sebagaimana diketahui, Rustam Effendi yang seharusnya purna tugas pada November 2020 memutuskan untuk mengakhiri pengabdiannya 2 bulan lebih cepat.

Saat itu, Rustam Effendi beralasan bahwa keputusan tersebut diambil lantaran dirinya ingin fokus mengurusi jabatan barunya di kepalangmerahan. Ia telah dilantik menjadi Ketua PMI DKI Jakarta periode 2020-2025 pada Rabu (5/8/2020) pasca terpilih melalui Musyawarah Provinsi ke-12 pada 15 Juli 2020 lalu. Kemudian pada Senin (31/8/2020), Rustam Effendi berpamitan kepada segenap jajarannya di lingkungan Pemkot Jakarta Barat.

“Saya ingin fokus, maka saya ingin mundur menjadi Wali Kota. Kemudian saya bertemu Gubernur untuk membahas jalan keluar. Alhamdulillah, keluarlah MPP (Masa Persiapan Pensiun). Seharusnya bulan November, saya ajukan besok untuk MPP. Setelah itu, besok saya sudah tidak menjabat sebagai Wali Kota. Fokus di PMI.” Demikian penjelasan Rustam Effendi di Ruang MH Thamrin Blok B Kantor Walikota Jakarta Barat, Senin (31/8/2020) dikutip dari Times Indonesia.

Usut punya usut, ternyata jabatan lainnya pun telah menanti. Berdasarkan penelusuran Threechannel pada Kamis (11/2/2021) malam, Rustam Effendi juga tercatat sebagai 1 di antara 5 Komisaris Transjakarta, sebuah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta. Tidak diketahui sejak kapan Rustam Effendi mengemban jabatan tersebut lantaran website perusahaan tidak mencantumkan perihal pengangkatannya.

Mantan Walikota Jakarta Barat, Rustam Effendi tercantum sebagai Komisaris Transjakarta. (Website Transjakarta)
Mantan Walikota Jakarta Barat, Rustam Effendi tercantum sebagai Komisaris Transjakarta. (Website BPBUMD DKI)

Media mencatat, Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Transjakarta terakhir kali dilaksanakan pada Rabu (27/5/2020). Keputusannya adalah terkait pengangkatan Sardjono menjadi Direktur Utama Transjakarta setelah jabatan itu kosong sejak 27 Januari 2020 pasca ditinggal Donny Andy S Saragih yang dicopot karena berstatus Terpidana kasus Pemerasan.

Meskipun tidak ada aturan yang dilanggar, Rustam Effendi terindikasi “menjilat ludah sendiri”. Pasalnya, ia pernah mengaku bahwa di usianya yang sudah 60 tahun tidak mungkin bisa “all out” di dua tempat. Tapi kini faktanya, Rustam Effendi merangkap Ketua PMI DKI Jakarta sekaligus Komisaris Transjakarta.

“Kalau umur 60 tahunan, tidak mungkin saya bisa all out pada dua tempat. Maka saat dilantik 5 Agustus 2020 menjadi Ketua PMI, saya minta ijin untuk bisa fokus di PMI,” tutur Rustam Effendi masih pada momentum berpamitan kepada jajarannya, Senin (31/8/2020).

Hingga berita ini ditulis dan diterbitkan, Threechannel belum berhasil menghubungi Rustam Effendi. Adapun jika ada penjelasan dari yang bersangkutan, akan dimuat dalam artikel selanjutnya.

Sebagai informasi, terdapat beberapa regulasi yang mengatur tentang BUMD. Mulai dari Undang Undang Nomor 5 Tahun 1962, Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2017, Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 37 Tahun 2018 dan Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 131 Tahun 2019. Sedangkan aturan tentang kepalangmerahan terdapat dalam Undang Undang Nomor 1 Tahun 2018. (ham)