Kepala Kantor Staf Presiden (KSP), Moeldoko. (Antara via Suara)

THREECHANNEL.CO – Mantan Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Kantor Staf Presiden (KSP), Bambang Beathor Suryadi menilai bahwa sangat wajar bahkan pantas bila Moeldoko berkeinginan untuk menjadi Presiden 2024 dengan menggunakan Partai Demokrat sebagai kendaraan politiknya.

Menurutnya, sebagai lulusan terbaik AKABRI 1981 (Adhi Makayasa) hingga mencapai puncaknya saat menjadi Panglima TNI, Moeldoko tentu telah merasakan banyak asam-garam pengalaman tentang berbagai hal dibanding Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang hanya sebatas Mayor TNI. Ditambah lagi Moeldoko pernah mengenyam pendidikan tentang Ilmu Manajemen Konflik dan meraih gelar Doktor (S3) dari Universitas Indonesia.

“Bagi kami yang pernah ikut di KSP dibawa kepemimpinannya selama 2 tahun lebih, nampak terobosan-terobosan gagasan dan kegiatan selama di KSP. Jadi wajar jika Kader Demokrat memilih beliau untuk dimajukan sebagai Ketua Umum dan bahkan mengusungnya menjadi Calon Presiden dan tentunya membanggakan kader dan simpatisan,” ujar Bambang Beathor Suryadi dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (6/2/2021).

Selain itu, kedekatan Moeldoko dengan SBY tentunya mempunyai khas tersendiri, kenapa SBY memilihnya untuk menjadi Panglima TNI di antara Perwira Tinggi yang ada pada waktu itu, begitu pula kenapa SBY menitipkannya ke Jokowi untuk posisi Kepala KSP setelah kunjungan SBY ke Istana Jokowi.

Dalam penjelasan Moeldoko, inisiatif ini dilakukan oleh para Kader Demokrat, seperti halnya saat Moeldoko jadi Panglima TNI atas inisiatif SBY. Mungkin SBY masih ragu dengan kualitas AHY untuk dimajukan sebagai Presiden RI yang saat ini tantangannya semakin berat.

“Apa iya selevel Mayor (AHY) ditawarkan sebagai Presiden, level Gubernur pun ditolak warga DKI yang hanya 5 wilayah Kota dan 1 Kabupaten. Apa jadinya Negeri ini jika Presidennya minim pengetahuan dan pengalaman Politik? (Kalau) SBY sebelum jadi Presiden, pernah di DPR RI, Pernah Menteri itu adalah bekal Politik Nasionalnya. Di Karir Militer pernah Sospol, Kasdam dan Pangdam,” pungkas Bambang Beathor Suryadi. (ham)