Puan Maharani dan suaminya, Hapsoro Sukmonohadi alias Happy Hapsoro. (ist)

THREECHANNEL.CO – Sebagai elit PDIP yang merupakan partai penguasa maupun sebagai Ketua DPR RI, sosok Puan Maharani kerap menjadi sorotan bahkan tak jarang menuai kontroversi. Belakangan, namanya diseret publik untuk dicocokkan dengan istilah “Madam” dalam kasus korupsi bansos yang menjerat mantan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara.

Berbeda dengan Puan Maharani, suaminya yang bernama Hapsoro Sukmonohadi alias Happy Hapsoro jarang terekspos media. Pebisnis yang dinikahi Puan Maharani pada tahun 1998 itu diketahui merupakan putra dari Bambang Sukmonohadi, seorang pengusaha tajir pemilik Blossom Residence di kawasan bekas bandara Kemayoran, Jakarta Pusat. Pada tahun 2003 silam, Happy Hapsoro sempat menjadi sorotan lantaran diisukan terlibat proyek pengadaan pesawat jet tempur Sukhoi dari Rusia ke Indonesia.

Threechannel lantas mencoba menggali informasi lebih dalam tentang Happy Hapsoro. Penelusuran yang dilakukan pada Kamis (28/1/2021) menemukan namanya terkait dengan emiten perhotelan PT Red Planet Indonesia Tbk yang berafiliasi dengan perusahaan dari “Negara Surga Pajak” Cayman Islands atau Kepulauan Cayman. Negara Persemakmuran Inggris di Wilayah Laut Karibia tersebut dikenal sebagai favorit bagi konglomerat dunia untuk menyimpan harta kekayaannya karena menerapkan pajak 0%. Melalui kebijakan Tax Amnesty Tahap I, Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan bahkan berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp 16,04 Triliun dari Cayman Islands. Jumlah tersebut adalah yang terbesar ke-2 setelah Singapura dengan nilai Rp 84,52 Triliun. Di urutan ke-tiga ada Hongkong senilai Rp 16,28 Triliun, Virgin Islands Rp 6,58 Triliun dan China sebesar Rp 3,65 Triliun.

Lalu, bagaimana hubungan antara Happy Hapsoro dengan PT Red Planet Indonesia Tbk dan Negara Surga Pajak Cayman Islands?

Berdasarkan Annual Report 2019 PT Red Planet Indonesia Tbk, Happy Hapsoro menjabat sebagai Komisaris Utama yang memiliki 101,6 Juta Lembar Saham atau setara 0,98%. Selain kepemilikan publik 8,88%, saham PT Red Planet Indonesia Tbk dimiliki oleh 2 perusahaan asal Hongkong yakni Red Planet Holdings Limited (72,85%) dan UOB Kay Hian Ltd (7,60%) serta PT Crio Indonesia (10,67%). Ketiga perusahaan tersebut 100% sahamnya dimiliki oleh entitas asal Negara Surga Pajak Cayman Islands yaitu RPHL Holdco Limited yang berinduk pada Red Planet Hotels Limited.

Selama lima tahun terakhir, PT Red Planet Indonesia Tbk mencatatkan rugi komprehensif periode berjalan mulai dari Rp 80 Miliar (2015), Rp 53 Miliar (2016), Rp 33 Miliar (2017), Rp 19 Miliar (2018) dan 14 Miliar (2019). Dalam beberapa kasus, pencatatan kerugian menjadi salah satu cara perusahaan untuk menghindari pajak karena keuntungan yang diperoleh biasanya ditransfer ke perusahaan lain dalam grup yang sama khususnya yang berinduk ke luar negeri.

Selain itu, nama Happy Hapsoro juga tercatat sebagai Pemegang Saham perusahaan tambang PT Rukun Raharja Tbk dengan kepemilikan sebesar 1.377.872.000 lembar saham atau setara 32,60%. Pemegang saham lainnya yakni PT Sentosa Bersama Mitra sebanyak 1.333.285.004 lembar saham atau setara 31,54% dan sisanya 1.515.925.496 lembar saham atau 34,86% dimiliki masyarakat. Nama beken lainnya yang bertahta di perusahaan ini adalah mantan Menkominfo Rudiantara yang menjabat Komisaris sejak 27 Desember 2019.

PT Rukun Raharja memiliki 10 anak-cucu perusahaan antara lain PT Triguna Internusa Pratama, PT Panji Raya Alamindo, PT PDPDE Gas, PT Raharja Daya Energi, PT Raharja Energi Cepu, PT Trimitra Cipta Mandiri, PT Energasindo Heksa Karya, PT Prima Energi Raharja, PT Adidaya Bismawisesa Internasional dan PT Petrogas Jatim Utama Cendana.

Berikut sejumlah jabatan yang pernah diemban Happy Hapsoro dikutip dari Annual Report 2019 PT Red Planet Indonesia Tbk:

1. Komisaris PT Meteor Mitra Mandiri (sejak 2011)
2. Komisaris Utama PT Rukun Raharja (sejak 2010)
3. Direktur PT Vetira Prima Perkasa (sejak 2009)
4. Komisaris PT Prima Utama Mandiri (sejak 2008)
5. Komisaris Utama PT Triguna Internusa Pratama (sejak 2007)
6. Direktur Utama PT Odira Energy Buana (sejak 2007)
7. Komisaris PT Odira Energy Persada (sejak 2007)
8. Direktur PT Pink Sport Indonesia (sejak 2005).

(ham)