Hebat! 3 Anak Buah Moeldoko di KSP Cari Sampingan Sebagai Komisaris BUMN

463
Kepala Kantor Staf Presiden (KSP), Moeldoko. (ist)

THREECHANNEL.CO – Alih-alih fokus menjalankan tugas dan fungsinya di Kantor Staf Presiden (KSP), 3 orang anak buah Moeldoko malah mengambil pekerjaan sampingan sebagai Komisaris BUMN. Mulai dari Juri Ardiantoro, Donny Gahral Adian, hingga Ali Mochtar Ngabalin. Menariknya, mereka bertiga sama-sama berasal dari Kedeputian IV KSP Bidang Informasi dan Komunikasi Politik.

Berdasarkan penelusuran Threechannel pada Minggu (10/1/2021), Deputi IV KSP atas nama Juri Ardiantoro juga tercatat sebagai Komisaris Pertamina Patra Niaga. Tidak diketahui sejak kapan Juri Ardiantoro diangkat sebagai Komisaris anak perusahaan Pertamina tersebut. Namun yang pasti, rangkap jabatan ini bukanlah yang pertama kalinya bagi seorang Juri Ardiantoro. Ketika masih menjabat sebagai Tenaga Ahli Utama Kedeputian V KSP tahun 2018 silam, Juri Ardiantoro merangkap Komisaris BUMN PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo). Pendahulunya, Eko Sulistyo memadukan jabatan Deputi IV KSP dengan Komisaris BUMN Danareksa. Kini, Eko Sulistyo adalah Komisaris PLN.

Deputi IV KSP, Juri Ardiantoro. (ist)

Selain Juri Ardiantoro, ada pula nama Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV KSP, Donny Gahral Adian yang merangkap sebagai Komisaris PT Dok dan Perkapalan Kodja Bahari (DKB). Informasi soal pengangkatannya pun sangat terbatas, bahkan website resmi perusahaan tidak memuat detail profil mantan suami Rieke Diah Pitaloka itu. PT DKB merupakan salah satu BUMN yang dikategorikan sekarat karena memiliki ekuitas (modal) minus Rp 1,23 Triliun berdasarkan LKPP 2019. Bahkan hingga tahun 2018, perusahaan pelat merah ini memiliki tunggakan pajak mencapai Rp 32 Miliar.

Tenaga Ahli Utama Deputi IV KSP, Donny Gahral Adian. (ist)

Berikutnya ada sosok kontroversial Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV KSP, Ali Mochtar Ngabalin yang saat ini merangkap Komisaris Pelindo III sejak diangkat 3 April 2020 lalu. Sebelumnya, Ali Mochtar Ngabalin juga mengawinkan jabatannya sebagai Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV KSP dengan Komisaris Angkasa Pura I sejak tahun 2018 silam.

Tenaga Ahli Utama Deputi IV KSP, Ali Mochtar Ngabalin. (ist)

Sebagai informasi, KSP secara kelembagaan baru berdiri pada era pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) periode pertama. Lembaga non-struktural ini dibentuk berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 26 Tahun 2015 tentang Kantor Staf Presiden yang telah diperbaharui menjadi Perpres Nomor 83 Tahun 2019.

Dalam Pasal 2 diatur bahwa KSP bertugas menyelenggarakan pemberian dukungan kepada Presiden dan Wakil Presiden dalam melaksanakan pengendalian program-program prioritas nasional, komunikasi politik dan pengelolaan isu strategis. Tugas KSP kemudian dirinci menjadi 10 poin sebagaimana yang tertuang dalam Pasal 3.

Kepala KSP yang pertama, Luhut Binsar Pandjaitan (LBP) pernah mengingatkan agar para Pejabat KSP berpedoman pada rambu-rambu yang ada dan tidak melakukan pekerjaan yang bukan menjadi tugas pokoknya. Akan tetapi, seiring dengan pergantian kepemimpinan dari LBP kepada Teten Masduki kepada Moeldoko, para pejabatnya mulai mencari pekerjaan sampingan sebagai Komisaris perusahaan pelat merah.

Berikut susunan KSP saat ini:

Moeldoko: Kepala KSP

Febry Calvin Tetelepta sebagai Deputi I bidang Infrastruktur, Energi dan Investasi

Abetnego Panca Putra Tarigan sebagai Deputi II bidang Pembangunan Manusia

Panustan S Sulendrakusuma sebagai Deputi III bidang Perekonomian

Juri Ardiantoro sebagai Deputi IV Bidang Informasi dan Komunikasi Politik

Jaleswari Pramodhawardani sebagai Deputi V Bidang Politik, Hukum, Keamanan dan HAM.

(ham)