Diklaim BUMD, PT JIExpo Ternyata Bagian Kerajaan Bisnis Keluarga Eks Koruptor Siti Hartati Murdaya

643
Siti Hartati Murdaya. (Antara Foto via Liputan6)

THREECHANNEL.CO – PT Jakarta International Expo (JIExpo) yang sejak lama diklaim sebagai salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) oleh Pemprov DKI Jakarta merupakan anak perusahaan Central Cipta Murdaya (CCM) Holding. Adapun CCM Holding dimiliki oleh keluarga Murdaya Widyawimarta dan Siti Hartati Murdaya yang menempati urutan ke-29 daftar orang terkaya di Indonesia tahun 2020 versi Majalah Forbes.

Berdasarkan laman resmi Badan Pembinaan BUMD DKI Jakarta yang dikutip Threechannel pada Selasa (5/1/2021), pasangan Murdaya Widyawimarta dan Siti Hartati Murdaya menjabat sebagai Komisaris Utama dan Direktur Utama PT JIExpo. Sedangkan kedua putra mereka yakni Prajna Murdaya dan Karuna Murdaya menjabat sebagai Direktur.

Lantaran bukan perusahaan go public sehingga informasi yang tersedia sangat terbatas, tidak diketahui dengan pasti berapa jumlah perusahaan yang berada di bawah bendera CCM Holding. Namun, Informasi yang dimuat Wikipedia mencatat CCM Holding setidaknya menaungi 36 entitas bisnis.

Salah satu anak perusahaan CCM Holding yang melantai di bursa ialah PT Metropolitan Kentjana Tbk atau yang lebih dikenal dengan nama Pondok Indah Group. Dalam Annual Report 2019, Siti Hartati Murdaya tercatat sebagai Presiden Komisaris, Murdaya Widyawimarta sebagai Komisaris, serta Prajna Murdaya dan Karuna Murdaya juga menjabat Komisaris.

1. Siti Hartati Murdaya

Profil Dewan Komisaris mencantumkan Siti Hartati Murdaya yang berusia 73 tahun per 31 Desember 2019 menjabat Presiden Komisaris PT Metropolitan Kentjana Tbk sejak tahun 2003. Ia pernah menempuh pendidikan di Fakultas Ekonomi Trisakti (1969), Fakultas Ekonomi Universitas 17 Agustus (1969), Stanford University California (1984) dan National University of Singapore (1985).

Siti Hartati Murdaya menjabat Direktur Utama di 10 perusahaan antara lain PT Central Cipta Murdaya, PT Cipta Cakra Murdaya, PT JIExpo, PT Jakarta Land, PT Sekman Wisata, PT Allsports’78, PT Intraco Hutani Lestari, PT Hardaya Aneka Shoes Industry, PT Intracawood Manufacturing dan PT Nagasakti Paramashoes Industry.

Selain itu, Siti Hartati Murdaya juga menjabat Komisaris Utama di 10 perusahaan antara lain PT Pondok Indah Hotel, PT Pondok Indah Land, PT Pondok Indah Development, PT Pondok Indah Investment, PT Bali Propertindo, PT Antilope Madju Puri Indah, PT MK Propertindo, PT Bumi Sangrilla Jaya, PT Berca Computel dan PT Infokom Internusa.

Saat menjabat sebagai Dewan Pembina Partai Demokrat beberapa tahun silam, Siti Hartati Murdaya pernah terjerat kasus korupsi berupa suap pengurusan Hak Guna Usaha Perkebunan Kelapa Sawit di Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah. Pada tanggal 4 Februari 2013, Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menjatuhkan hukuman 2 tahun 8 bulan penjara serta denda Rp 150 juta subsider 3 bulan kurungan kepada Siti Hartati Murdaya. Vonis tersebut dikuatkan dengan Putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta tanggal 24 April 2013. Pada 24 Juli 2014, ia mendapatkan pembebasan bersyarat dari Menkumham Amir Syamsuddin.

2. Murdaya Widyawimarta

Profil Dewan Komisaris mencantumkan Murdaya Widyawimarta yang berusia 78 tahun per 31 Desember 2019 menjabat sebagai Komisaris PT Metropolitan Kentjana Tbk sejak tahun 2003. Ia pernah menempuh pendidikan di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

Murdaya Widyawimarta menjabat Direktur Utama di PT Pondok Indah Padang Golf Tbk dan PT Berca Indonesia. Jabatan Komisaris Utama diperolehnya di 4 perusahaan yakni PT JIEXpo, PT Bumi Sangrilla Jaya, PT Central Cipta Murdaya dan PT Cipta Cakra Murdaya. Sedangkan posisi Komisaris ditempatinya di 6 perusahaan antara lain PT Pondok Indah Hotel, PT Pondok Indah Land, PT Pondok Indah Development, PT Pondok Indah Investment, PT Antilope Madju Puri Indah, PT MK Propertindo dan PT Jakarta Land. Murdaya Widyawimarta juga menjabat Wakil Komisaris Utama PT Intracawood Manufacturing.

3. Prajna Murdaya

Profil Dewan Komisaris mencantumkan Prajna Murdaya yang berusia 43 tahun per 31 Desember 2019 menjabat sebagai Komisaris PT Metropolitan Kentjana Tbk sejak tahun 2003. Ia pernah menempuh pendidikan di Fakultas Teknik Stanford University (1998) dan Magister Industri Elektrik Stanford University (2001).

Prajna Murdaya menjabat Direktur Utama antara lain di PT Berca Indosports, PT Berca Sportindo, PT Hardaya Shoe Component, PT Indosports Jaya, dan Wakil Direktur Utama di PT Berca Schindler Lift. Jabatan Direktur yakni di 10 perusahaan seperti PT Central Cipta Murdaya, PT Cipta Cakra Murdaya, PT Berca Cakra Teknologi, PT Intraca Hutani Lestari, PT Nagasakti Paramashoes Industry, PT Allsports’78, PT Bali Propertindo, PT Berca Indonesia, PT Karunia Berca Indonesia, dan PT Hardaya Aneka Shoes Industry.

Prajna Murdaya juga menjabat Komisaris di 15 perusahaan sebagai berikut di PT Berca Hardaya Perkasa, PT Pondok Indah Hotel, PT Berca Niaga Medika, PT Pondok Indah Land, PT Pondok Indah Development, PT Pondok Indah Investment, PT Hardayawidya Graha, PT Infokom Internusa, PT Jakarta Land, PT Sekman Wisata, PT Antilope Madju Puri Indah, PT MK Propertindo, PT Berca Mandiri Perkasa dan PT Sarana Aircon Utama.

4. Karuna Murdaya

Karuna Murdaya yang berusia 39 tahun per 31 Desember 2019 menjabat Komisaris PT Metropolitan Kentjana Tbk sejak tahun 2003. Ia pernah menempuh pendidikan di University of California (2003) dan Massachusetts Institute of Technology (2005).

Karuna Murdaya menjabat sebagai Direktur Utama di 5 perusahaan antara lain PT Karuna Paramita Propertindo, PT Central Cipta Murdaya, PT Hardayawidya Graha, PT HP Berca Servisindo dan PT Bali Propertindo. Sedangkan jabatan Direktur ditempatinya di 11 perusahaan yakni PT Cipta Cakra Murdaya, PT Jakarta Land, PT Hardaya Shoe Component, PT Intracawood Manufacturing, PT JIExpo, PT Amec Berca Indonesia, PT Berca Niaga Medika, PT Berca Engineering, PT Berca Indonesia, PT Berca Sportindo dan PT Sekman Wisata.

Karuna Murdaya juga menjabat Komisaris di 11 perusahaan sebagai berikut di PT Pondok Indah Hotel, PT Berca Cakra Teknologi, PT Pondok Indah Land, PT Pondok Indah Development, PT Pondok Indah Investment, PT Allsports’78, PT Hardaya Aneka Shoes Industry, PT Berca Indosports, PT Nagasakti Paramashoes Industry, PT Antilope Madju Puri Indah dan PT MK Propertindo.

Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengklaim PT Jakarta International Expo (JIExpo) sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Padahal, kepemilikan saham Pemprov DKI Jakarta di anak perusahaan Central Cipta Murdaya (CCM) Group itu hanya sekitar 13,13%. Tindakan tersebut terindikasi menyalahi Undang Undang Nomor 5 Tahun 1962, Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2017 dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 37 Tahun 2018.

Pertama, peraturan perundang-undangan mensyaratkan bahwa BUMD didirikan dengan Peraturan Daerah (Perda) sebagaimana tercantum dalam Pasal 4 Ayat (1) Undang Undang Nomor 5 Tahun 1962 tentang Perusahaan Daerah serta Pasal 4 Ayat (1) dan (2) Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2017 tentang BUMD. Faktanya, tidak ada satupun Perda tentang pendirian PT JIExpo sebagai BUMD, yang ada hanya Perda Nomor 12 Tahun 1991 tentang Penyelenggaraan Pekan Raya Jakarta (PRJ).

Ke-dua, BUMD adalah badan usaha yang seluruh (Perumda) atau sebagian besar (Perseroan) modalnya dimiliki oleh daerah sesuai Pasal 1 Ayat (1) dan Pasal 6 Ayat (1) Huruf (c) Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2017 tentang BUMD serta Pasal 1 Ayat (1) Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 37 Tahun 2018. Faktanya, di PT JIExpo, Pemprov DKI Jakarta hanya sebagai pemegang saham minoritas dengan kepemilikan 13,13% yang dimuat dalam laman resmi Badan Pembinaan BUMD DKI Jakarta.

Ke-tiga, Pengurus BUMD (KPM, RUPS, Pengawas, Komisaris & Direksi) dilarang memiliki hubungan keluarga sampai derajat ke-tiga berdasarkan garis lurus ke atas, ke bawah, atau ke samping, termasuk hubungan yang timbul karena perkawinan. Ketentuan ini diatur dalam Pasal 30 Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2017 tentang BUMD. Faktanya, Murdaya Widyawirmata sebagai Komisaris Utama dan Siti Hartati Murdaya sebagai Direktur Utama PT JIExpo merupakan pasangan suami istri. Kedua putra mereka yakni Prajna Murdaya dan Karuna Murdaya juga tercatat sebagai Direktur PT JIExpo.

Selain itu, BUMD yang berbentuk perseroan terbatas, paling sedikit 51% sahamnya wajib dimiliki oleh satu daerah. Sebuah BUMD dapat dimiliki oleh satu Pemda, lebih dari satu Pemda, satu Pemda dengan bukan Pemda dan lebih dari satu Pemda dengan bukan Pemda. Ketentuan ini terdapat dalam Pasal 5 Ayat (2) serta Pasal 6 Ayat (1) dan (2) juga Pasal 24 Ayat (1) dan (2) pun Pasal 139 Ayat (2) Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2017 tentang BUMD. Faktanya, dari 20 badan usaha yang diklaim sebagai BUMD oleh Pemprov DKI Jakarta, 7 di antaranya adalah dengan kepemilikan di bawah 51%. Mulai dari Askrida (4,47%), PT JIExpo (13,13%), Cemani Toka (27,42%), PT KBN (25,85%), Delta Djakarta (26,25%), Pembangunan Jaya (38,8%) dan JIEP Ecogreen (50%).

Berikut rincian kepemilikan modal/ saham Pemprov DKI Jakarta di 20 badan usaha yang diakui sebagai BUMD:

1. Askrida 4,47%
2. PT JIExpo 13,13%
3. Delta Djakarta Tbk 26,25%
4. PT KBN 26,85%
5. Cemani Toka 27,42%
6. Pembangunan Jaya 38,8%
7. JIEP Ecogreen 50%
8. Jaya Ancol 72%
9. Jamkrida Jakarta 98,33%
10. Jaktour 99,35%
11. Transjakarta 99,36%
12. Bank DKI 99,97%
13. MRT Jakarta 99,97%
14. Food Station 99,98%
15. Jakpro 99,98%
16. PAM Jaya 100%
17. Dharma Jaya 100%
18. Pasar Jaya 100%
19. Sarana Jaya 100%
20. PAL Jaya 100%

(ham)