Syahbandar Utama Tanjung Priok, Capt. Wisnu Handoko saat mengecek kapal-kapal ojek di Dermaga Arsa, Pelabuhan Tanjung Priok, Selasa (8/12/2020).

THREECHANNEL.CO – Syahbandar Utama Pelabuhan Tanjung Priok, Capt. Wisnu Handoko menegaskan bahwa keselamatan tidak bisa ditawar dan sudah harga mati.

Hal itu disampaikannya saat melaksanakan ramp check (uji petik) terhadap kapal penumpang di Terminal Penumpang Nusantara, Selasa (8/12/2020) pagi, di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Uji petik dilaksanakan dalam rangka persiapan angkutan laut dalam menghadapi Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2020/2021.

“Tadi saat mengecek ke dalam kapal KM Ciremai, salah satu alat keselamatannya tidak berfungsi dengan baik. Saya sudah sampaikan kepada operator kapal agar segera diperbaiki, itu harus dipastikan berjalan baik baru bisa beroperasi. Keselamatan tidak bisa ditawar-tawar,” tegas Wisnu kepada threechannel.co.

Wisnu pun segera memerintahkan marine inspector untuk memastikan masalah tersebut diperbaiki sebelum kapal beroperasi. Selain itu, Wisnu juga meminta agar marine inspector mengukur kecepatannya.

Terkait masih di dalam situasi pandemi Covid-19, Wisnu menyampaikan kepada operator kapal penumpang agar physical distancing (menjaga jarak) tetap diperhatikan dan menaati protokol kesehatan (Prokes).

Wisnu juga memastikan intensitas dan frekuensi pelaksanaan uji petik kapal penumpang oleh pihaknya akan semakin ditingkatkan guna menjamin keselamatan dan keamanan kapal dan berdampak terhadap kenyamanan penumpang.

Sementara itu, Kepala Bidang Status Hukum dan Sertifikasi Kapal Kantor Syahbandar Utama (KSU) Pelabuhan Tanjung Priok, Stephanus mengatakan bahwa sejauh ini KSU Pelabuhan Tanjung Priok telah melakukan uji petik terhadap 8 unit kapal penumpang.

“Kami sudah uji petik terhadap 8 unit kapal penumpang yang besar, diantaranya 5 unit Kapal Pelni dan 3 unit kapal swasta. Kami prioritaskan kapal penumpang,” ungkapnya.

Tidak hanya kepada kapal besar, lanjutnya, namun KSU Pelabuhan Tanjung Priok juga memberi concern (perhatian) kepada kapal-kapal kecil alias kapal ojek.

KSU Pelabuhan Tanjung Priok juga akan mendirikan Posko Nataru guna memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat. Posko Nataru bertujuan untuk membantu masyarakat khususnya para penumpang dalam penyediaan informasi terkait jadwal kapal, Prokes dan lainnya.

Usai uji petik di KM Ciremai, Syahbandar Utama Pelabuhan Tanjung Priok, Capt. Wisnu Handoko bersama jajaran bertolak ke Dermaga Arsa untuk mengecek kondisi kapal-kapal ojek. (TC1)