Menyesatkan! Ternyata Hasil Survei Pilkada Tak Representatif

108
Aktivis Haidar Alwi. (ist)

THREECHANNEL.CO – Masyarakat dan pasangan Calon Kepala Daerah diingatkan untuk tidak berpedoman pada hasil survei yang dirilis oleh sejumlah lembaga survei jelang Pilkada Serentak 2020. Selain ABS (Asal Bapak Senang), jumlah sampel yang terlalu sedikit tidak dapat merepresentasikan kondisi di lapangan, sehingga berpotensi menyesatkan.

“Baik yang katanya terpercaya apalagi yang tidak. Mayoritas jumlah sampelnya hanya 0,001 atau 0,1% dari populasinya Daftar Pemilih Tetap (DPT). Ini sama saja dengan 1 per 1.000. Bagaimana mungkin satu orang dapat mewakili dan merepresentasikan seribu pemilih? Kalau dipedomani, bisa-bisa menyesatkan pasangan calon dan masyarakat,” ujar Direktur Eksekutif Haidar Alwi Institute (HAI), R Haidar Alwi kepada Threechannel, Sabtu (5/11/2020).

Sebagai contoh di wilayahnya, Kota Tangerang Selatan. Dari survei yang dirilis setidaknya 6 lembaga, jumlah sampel hanya berkisar antara 410 sampai 976. Padahal, jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilkada 2020 di Tangerang Selatan berjumlah 976.019 orang. Meskipun dalam ilmu statistik dan penelitian terdapat banyak sekali metode sampling, R Haidar Alwi menilai jumlah sampel yang digunakan masih terlalu sedikit.

“Kok bisa-bisanya men-generalisir atau menyimpulkan pilihan 1.000 orang hanya dari 1 orang saja bahkan kurang. Memang populasinya besar sekali sedangkan waktu dan biaya terbatas, tapi sampelnya minimal 10% okelah. Ini jangankan 10%, 1% saja tidak sampai. Paling banyak 0,1% atau 1 per 1.000. Terkesan dipaksakan Asal Bapak Senang. Parahnya, ada pasangan calon yang menjadikannya sebagai tolok ukur kesuksesan kampanye,” papar R Haidar Alwi.

Karenanya, ia mengingatkan pasangan calon supaya tidak terlena dengan hasil survei yang tidak merepresentasikan kondisi sebenarnya. Pun demikian dengan masyarakat, diimbau agar tidak menjadikannya sebagai kiblat dalam menentukan pilihan. Satu hal yang tidak kalah penting adalah mewaspadai politik uang berupa serangan fajar di saat-saat terakhir. (ham)