Relawan Trisakti Untuk Indonesia (TUI) berfoto bersama Menkopolhukam Mahfud MD dalam rangka audiensi terkait situasi dan kondisi bangsa Indonesia saat ini, Selasa (15/12/2020). (Dok. TUI)

THREECHANNEL.CO – Barisan relawan Trisakti Untuk Indonesia (TUI) menyambangi kantor Menkopolhukam Mahfud MD pada Selasa (15/12/2020). Pada kesempatan tersebut, mereka menyampaikan dukungannya kepada Pemerintah terkait isu yang berkembang saat ini. Mulai dari persoalan intoleransi dan radikalisme hingga upaya pemerintah dalam menangani Pandemi Covid-19.

“Kami berdiskusi dengan Pak Mahfud MD perihal situasi nasional yang berkembang. Diskusi berlangsung dengan santai dan kekeluargaan. Kami menyampaikan bahwa pemerintah harus bergerak cepat dalam menangani permasalahan intoleransi dan radikalisme. Semua jenjang sudah terdampak, mulai dari kalangan anak sekolah, guru, mahasiswa, aparatur sipil, bahkan pegawai BUMN,” ujar Muhanto Hatta selaku Ketua Umum Trisakti Untuk Indonesia (TUI) dalam keterangan tertulisnya, Selasa (15/12/2020).

Memudarnya budaya lokal dengan mengatasnamakan agama, adanya ormas yang tidak mempunyai badan hukum yang justru memprovokasi dan bisa menyebabkan disintegrasi bangsa merupakan hal yang harus diwaspadai bersama. Karenanya, diperlukan ketegasan dalam menegakkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Perubahan Atas Undang Undang Nomor 17 Tahun 2013 tetang Organisasi Kemasyarakatan.

“Tidak ada tempat untuk ormas-ormas yang tidak berpihak pada Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika serta NKRI yang dapat memicu disintegrasi bangsa,” tegas Muhanto Hatta.

Pemerintah diminta untuk tidak memberikan tempat pada setiap bentuk gerakan atau tindakan yang mengancam kedaulatan NKRI. Sebagai upaya untuk menciptakan Sumber Daya Manusia yang berdaya guna hingga tercapainya Visi Indonesia Maju, maka setiap gerakan radikalisme dan intoleransi harus ditindak sesuai dengan hukum yang berlaku.

Dalam pertemuan tersebut, TUI juga mengusulkan agar Pemerintah memasukan kembali program Pendidikan Pancasila sebagai suatu bentuk prasyarat dalam menempuh pendidikan di dunia mahasiswa dan mencari pekerjaan dengan format dan formula baru.

“Hilangnya program pedidikan Pancasila menyebabkan tumbuhnya gerakan Anti Pancasila. TUI mendukung dan mengharapkan Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP) untuk segera berperan aktif dan cepat tanggap dalam menjalankan amanah tugasnya yang hingga kini dirasakan belum bekerja secara optimal,” kata Muhanto Hatta.

Terakhir, pihaknya tidak lupa mengapresiasi upaya keras Pemerintah dalam mengendalikan laju penyebaran Virus Corona dan memulihkan dampak multisektor yang ditimbulkan Pandemi Covid-19. Ia menyadari bahwa melakukan hal tersebut secara bersamaan bukanlah pekerjaan mudah. Demi capaian yang lebih baik ke depannya, dukungan dan kepercayaan berbagai elemen masyarakat terhadap Pemerintah sangat dibutuhkan.

“Sekarang kami pun berharap Pemerintah dapat fokus mempersiapkan penyediaan vaksin agar bisa berjalan efektif,” ucap Muhanto Hatta.

Kegiatan Trisakti Untuk Indonesia (TUI)

Selama Pandemi Covid-19, TUI telah melakukan berbagai kegiatan yang signifikan, salah satunya sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan wisata di Indonesia, TUI telah mengadakan kunjungan pada tempat-tempat pariwisata dengan menampilkan kebudayaan masyarakat adat secara virtual.

“Kami ingin memperkenalkan potesi wisata Indonesia kepada masyarakat luas termasuk masyarakat internasional,” jelas Muhanto Hatta.

Tidak hanya itu, untuk mendukung Pemerintah dan aparat keamanan dalam menjaga kedaulatan NKRI dan kecintaan budaya Indonesia, TUI memberikan edukasi kepada masyarakat menggunakan platform media sosial.

“Kami juga memanfaatkan media sosial seperti channel Youtube, Instagram, Zoom untuk melawan hoax dengan meluruskan berita atau isu yang beredar,” ujar Muhanto Hatta.

Profil Trisakti Untuk Indonesia (TUI)

Sebagai informasi, Trisakti Untuk Indonesia (TUI) adalah suatu gerakan relawan dari alumni mahasiswa Trisakti yang mempunyai visi membangun Sumber Daya Manusia Indonesia dengan memperhatikan nila-nilai lokal dan pengembangan ilmu pengetahuan untuk kemajuan kehidupan berbangsa dan bernegara yang berpihak pada kedaulatan NKRI dan Pancasila. Hal ini didukung oleh kecakapan ilmu yang dimiliki oleh alumni lulusan Universitas Trisakti.

TUI bersatu dalam keragaman baik budaya, suku, agama dan ras. Menerima segala bentuk perbedaan dengan saling menghormati. Didirikan pada bulan Desember 2019 lalu oleh almuni Universitas Trisakti dari berbagai disiplin ilmu. Oleh karena itu Misi TUI adalah :

1. Meningkatkan peran alumni dalam proses kehidupan berbangsa dan bernegara melalui kegiatan-kegiatan yang bersinergi dengan program-program Pemerintah;
2. Meningkatkan peran serta alumni untuk bersinergi dengan Pemerintah dalam rangka mendukung terciptanya negara Indonesia yang maju pada tahun 2045.

(ham)