Akankah Nasib & Masa Depan Tangsel Dipertaruhkan pada Lulusan SMA?

243
Ilustrasi. (ist)

THREECHANNEL.CO – Nasib warga Kota Tangerang Selatan (Tangsel) selama lima tahun ke depan berpotensi ditentukan oleh seorang pemimpin yang hanya lulusan SMA. Sebab, dari ketiga pasangan calon yang akan berlaga dalam Pilkada Serentak 2020, dua di antaranya berpredikat lulusan Sekolah Menengah Atas.

Sebagai informasi, Pilkada Tangsel 2020 akan diikuti oleh tiga pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota. Mereka antara lain Muhamad dan Rahayu Saraswati, Siti Nur Azizah dan Ruhamaben serta Benyamin Davnie dan Pilar Saga Ichsan.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Threechannel dari laman resmi KPU Kota Tangsel, mereka yang hanya berpendidikan SMA antara lain paslon nomor urut 1 Rahayu Saraswati dan paslon nomor urut 2 Ruhamaben. Secara aturan, tidak ada yang dilanggar, karena berdasarkan Peraturan KPU Nomor 1 Tahun 2020, Calon Kepala Daerah minimal berpendidikan paling rendah Sekolah Lanjutan Tingkat Atas atau sederajat.

Dalam daftar riwayat hidupnya, Rahayu Saraswati menempuh jenjang pendidikan setara SMA di Collegu du Leman Swiss tahun 1999-2003. Sedangkan pendidikan SMP diperolehnya dari UWSCEA Singapura tahun 1998-1999. Sebelumnya, ia menamatkan jenjang Sekolah Dasar (SD) di Tarakanita 2 tahun 1992-1998. Pasangannya, Muhamad menyandang gelar pendidikan S2 dari STIA Menara Siswa Bogor tahun 2007.

Sedangkan Ruhamaben diketahui pernah bersekolah di SMAN 70 Jakarta tahun 1981-1984 dan SMPN 87 Jakarta tahun 1977-1981 serta SDN 1 Ciputat tahun 1972-1977. Pasangannya, Siti Nur Azizah bergelar Doktor (S3) dari Universitas Krisnadwipayana tahun 2017.

Satu-satunya pasangan calon yang berpendidikan minimal Sarjana (S1) adalah nomor urut 3, Benyamin Davnie dan Pilar Saga Ichsan. Benyamin Davnie merupakan lulusan Ilmu Pemerintahan Universitas Padjadjaran tahun 1977-1982. Sementara Pilar Saga Ichsan diketahui lulusan Teknik Arsitektur Universitas Parahyangan tahun 2008-2013. (eko)