Terbongkar! Strategi & Ancaman Besar di Balik Revolusi Akhlak HRS

3586
Rizieq Shihab. (ist)

THREECHANNEL.CO – Direktur Eksekutif Haidar Alwi Institute (HAI), R Haidar Alwi mengingatkan masyarakat terutama Pemerintah, TNI dan POLRI agar mewaspadai potensi ancaman serius pasca kembalinya Rizieq Shihab dari pengasingan di Arab Saudi. Kontroversi, peristiwa dan kegaduhan yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir menjadi bukti bahwa Pemerintah tidak boleh menganggap remeh. Apalagi, Rizieq Shihab bersama organisasinya Front Pembela Islam (FPI) akan bersafari keliling Indonesia dalam rangka konsolidasi kekuatan bertajuk ‘Revolusi Akhlak’.

“Ada indikasi ‘men-Jakarta-kan’ daerah-daerah lain. Tampaknya Rizieq Shihab menyadari kegagalannya selama ini karena kekuatan dan wilayah konflik hanya terpusat di Jakarta sehingga dapat dipadamkan dengan mudah oleh Pemerintah. Ke depan, letupan-letupan akan disebar di semua daerah dan ini adalah ancaman serius dan berbahaya yang harus diwaspadai sedini mungkin,” ujar R Haidar Alwi kepada Threechannel, Sabtu (21/11/2020).

Terlebih, Rizieq Shihab dengan lantangnya mengultimatum pihak-pihak yang mencoba menghalangi pergerakannya. Ia menyerukan para pendukungnya untuk angkat senjata siap berperang bila siapa yang mereka sebut sebagai ‘musuh’ melakukan hal yang sama. Peperangan ini sangat mungkin terjadi jika letupan-letupan konflik pecah di banyak daerah diperparah kelompok penyusup yang bertindak anarkis hingga sulit diatasi oleh TNI-POLRI. Dalam situasi massa tak terkendali, mau tidak mau aparat kemanan harus mengambil langkah represif atau bangsa dan negara akan jatuh bertekuk-lutut di hadapan sebuah ormas.

Menurut R Haidar Alwi, kemungkinan potensi kerusuhan yang akan terjadi bisa lebih parah dari peristiwa 97-98. Ketika buruh, mahasiswa dan rakyat miskin bergerak dalam satu barisan yang solid, golongan kanan dan kiri bersatu, kaum agamis siap mati atas nama agama dan cinta kepada ulama idolanya, ditambah kelompok yang kecewa terhadap Presiden Jokowi lantaran dampak Pandemi Covid-19 yang sangat kompleks, maka sebuah kekuatan luar biasa sudah setengah matang, hanya tinggal menunggu dikoordinir dan dikonsolidasikan.

“Kekuatan yang sedang mati suri ini nyata adanya dan Rizieq Shihab sangat jeli bisa melihat kekuatan tersebut. Amati kekuatan kaum atas nama agama sejak 2016 hingga saat ini dan lihat peristiwa Mei 2019. Saat pelajar dan mahasiswa beraksi pada September 2019 ketika Revisi UU KPK disahkan. Ingat lagi sewaktu ribuan buruh turun ke jalan. Sekarang bayangkan jika massa itu bersatu, terkonsolidasi dan terkoordinir serta kerusuhan pecah di seluruh provinsi, apa yang akan terjadi???” Papar R Haidar Alwi.

Sebelum terlambat, diperlukan keseriusan sekaligus ketegasan Pemerintah dan aparat dalam rangka antisipasi. TNI-POLRI mesti dijalurnya, jangan malah mengambil-alih tugas Satpol PP yang mengurusi spanduk-spanduk. Badan Intelijen Negara (BIN) pun tak boleh lengah namun harus waspada jangan sampai kebobolan lagi. Sedangkan rakyat diimbau tidak mudah terprovokasi, bersatu, percaya kepada Pemerintah dan negara.

“Kalau Rizieq Shihab saja lantang tidak akan mentolerir siapa saja yang menghalanginya bahkan berani berperang, maka negara juga tidak boleh kalah. Pihak manapun yang mencoba mengganggu NKRI harus dimusnahkan dari bumi Pancasila,” pungkas R Haidar Alwi. (ham)