POSPERA Akan Laporkan Arya Sinulingga ke 27 Polda Secara Serentak

535
Jumpa pers POSPERA (Posko Perjuangan Rakyat) di BUMI POSPERA, Cipinang Muara, Jakarta Timur, pada Senin (9/11/2020). (Facebook Mustar Bonaventura)

THREECHANNEL.CO – Posko Perjuangan Rakyat (POSPERA) akan melaporkan Arya Sinulingga ke 27 Polda secara serentak pada Senin (16/11/2020) pukul 13.00 waktu setempat. Laporan dibuat POSPERA setelah dalam waktu 3X24 jam, Staf Khusus Menteri BUMN tersebut tidak meminta maaf maupun mengklarifikasi pernyataannya. Karenanya, POSPERA melihat tidak ada niat baik dari Arya Sinulingga yang secara tendensius, memfitnah, menyebarkan kebencian dan mencemarkan nama baik organisasi POSPERA di media sosial.

“Sesuai dengan janji kami bahwa jika (dalam) rentang waktu tersebut tuntutan kami tidak diindahkan maka berikutnya kami akan membawa masalah ini ke ranah hukum dengan membuat pengaduan serentak di 27 Polda yang akan kami laksanakan pada Senin 16 November 2020 pukul 13.00 waktu setempat di Polda masing-masing provinsi,” ujar Ketua LBH POSPERA, Sarmanto Tambunan melalui keterangan tertulisnya, Minggu (15/11/2020).

Sarmanto Tambunan mengatakan bahwa karena tidak ada pernyataan maaf dan klarifikasi Arya Sinulingga, maka pihaknya berhak untuk menafsirkan bahwa dugaan pernyataan penghinaan, fitnah dan ucapan kebencian yang disampaikan Arya Sinulingga boleh jadi merupakan pernyataan Menteri BUMN. Alasannya, mengingat posisi Arya Sinulingga adalah Staf Khusus merangkap Jubir Menteri BUMN dan Komisaris Holding BUMN INALUM yang diangkat oleh Menteri BUMN.

“Jika benar pernyataan Arya Sinulingga tersebut mewakili pernyataan Kementrian BUMN maka sungguh sangat disayangkan dalam situasi resesi ekonomi, maraknya Pandemi Covid-19, PHK massal, kerugian puluhan Triliun Rupiah di BUMN, Kementrian BUMN justru mencari kambing hitam atas kegagalannya dengan memecah-belah sesama anak bangsa dengan menyebarkan ujaran kebencian dan fitnah,” tutur Sarmanto Tambunan.

POSPERA akan membuat laporan di 27 Polda yang ada di provinsi berikut ini:

1. Aceh
2. Sumatera Utara
3. Sumatera Selatan
4. Kepulauan Riau
5. Riau
6. Jambi
7. Bengkulu
8. Lampung
9. Banten
10. DKI Jakarta
11. Jawa Barat
12. Jawa Tengah
13. Yogyakarta
14. Jawa Timur
15. Bali
16. Nusa Tenggara Timur
17. Kalimantan Timur
18. Kalimantan Tengah
19. Kalimantan Selatan
20. Kalimantan Barat
21. Sulawesi Selatan
22. Sulawesi Tenggara
23. Sulawesi Tengah
24. Sulawesi Barat
25. Sulawesi Utara
26. Maluku
27. Maluku Utara

Pemberitaan sebelumnya, Arya Sinulingga selaku Staf Khusus sekaligus Juru Bicara (jubir) Menteri BUMN akhirnya menjawab ultimatum POSPERA (Posko Perjuangan Rakyat) yang dialamatkan terhadap dirinya. Menurut Arya Sinulingga, POSPERA bisa dilaporkan ke polisi atas tuduhan ancaman dan perbuatan tidak menyenangkan. Informasi ini diperoleh Threechannel dalam bentuk tangkapan layar (screenshot) percakapan WhatsApp Group (WAG) ‘MEMBANGUN NEGERI’, Senin (9/11/2020) malam.

“Ini bisa diadukan ke polisi karena perbuatan tidak menyenangkan dan penuh ancaman,” tulis Arya Sinulingga.

“Adukan aja! Bagus itu,” jawab salah satu anggota WAG dengan membubuhkan ikon jempol.

“Bukannya minta maaf malah nantang pula kau,” imbuhnya.

Arya Sinulingga lantas membalas dengan tangkapan layar (screenshot) balasan anggota WAG tersebut.

“Kau sangkanya kaleng-kaleng kami bro?”

“2 bukti penuh ancaman,” tutur Arya Sinulingga.

“Aduuuukaaan!” Sahut lawannya.

“Sekadar saran dan masukan, sebaiknya keduabelah pihak duduk bersamalah. Mungkin karena kesalahpahaman aja itu. Selesaikanlah secara kekeluargaan karena damai itu indah,” timpal anggota WAG lainnya.

“Asal kau tahu Arya, zaman rezim Soeharto dua kali aku masuk penjara karena melawan rezim Soeharto. Jadi kalo cuma gertakan kau (ikon jempol terbalik) bagiku,” jawab sang lawan.

Dalam jumpa pers pada Senin (9/11/2020) siang, POSPERA berencana melaporkan Arya Sinulingga dengan Pasal Undang Undang ITE. Laporan akan dibuat secara serentak oleh DPD POSPERA di 28 provinsi jika Arya Sinulingga tidak mengklarifikasi dan meminta maaf atas pernyataannya.

“Kami minta dia melakukan klarifikasi dan penjelasan langsung kepada DPP POSPERA. Jika tidak, kami akan laporkan dia di 28 Polda serentak. Kami serius dengan tuntutan kami. Karena relawan POSPERA di seluruh Indonesia marah dengan pernyataan Arya,” ujar Ketua LBH POSPERA, Sarmanto Tambunan.

Organisasi POSPERA (Posko Perjuangan Rakyat) mengultimatum Arya Sinulingga supaya meminta maaf secara terbuka dan melakukan klarifikasi dalam waktu 3 kali 24 jam. Pasalnya, Staf Khusus merangkap Juru Bicara (jubir) Menteri BUMN itu dinilai telah menuduh secara tendensius, memfitnah, menyebarkan kebencian dan mencemarkan nama baik organisasi POSPERA di media sosial.

“Jika dalam waktu 3 x 24 jam hal tersebut tidak di lakukan maka kami akan melakukan langkah-langkah hukum, langkah-langkah politik serta aksi-aksi massa di seluruh Propinsi.” Demikian pernyataan POSPERA secara tertulis, Minggu (8/11/2020).

Ultimatum resmi akan disampaikan DPP POSPERA dalam jumpa pers yang diagendakan pada Senin (9/11/2020) pukul 13.00 WIB bertempat di BUMI POSPERA, Cipinang Muara, Jakarta Timur. Dalam undangan yang ditujukan kepada para jurnalis tersebut tercantum nama Sarmanto Tambunan sebagai Ketua LBH POSPERA dan Jeppri F Silalahi selaku Tim Advokasi LBH POSPERA merangkap Wasekjen DPP POSPERA.

Saat dikonfirmasi Threechannel, yang bersangkutan membenarkannya namun enggan membeberkan pernyataan dari Arya Sinulingga yang dipermasalahkan oleh POSPERA. Menurutnya, hal itu akan disampaikan secara resmi dalam jumpa pers sesuai jadwal dalam undangan yang telah beredar.

“Dari tadi banyak teman-teman media yang juga minta (pernyataan Arya Sinulingga yang dipermasalahkan). Tapi kami minta sekalian saja besok pada saat konferensi pers. Biar kita beberkan data-datanya. Mohon dimengerti,” ujar Sarmanto Tambunan, Minggu (8/11/2020) malam.

Memanfaatkan jaringan internal di DPP POSPERA, wartawan Threechannel berhasil mendapatkan informasi mengenai pernyataan Arya Sinulingga yang dipermasalahkan itu dalam sebuah screenshot (tangkapan layar) percakapan WhatsApp. Pernyataan tersebut dilontarkan Arya Sinulingga menanggapi kiriman pemberitaan tentang kerugian 45% yang dialami oleh BUMN PT TIMAH.

“BUMN PT TIMAH RUGI 45%….. MAKANYA MENTERI FOKUS KERJA GAK USAH MIKIRIN 2024 DULUUU…..,” tulis si Pengirim.

“Banyak perusahaan yang Komisarisnya POSPERA selama 5 tahun pada rugi semua… Bikin pusing memang,” balas Arya Sinulingga.

Pengirim lantas membalas dengan stiker “HOAX”.

“Biasalah ente sekarang bro.. Ente yang paling menikmati. Ntar ET out bakal nyungsep juga ente,” imbuh si Pengirim.

(ham)