Nikita vs Maheer, Cebong-Kadrun Sedang Dibenturkan Agar Oknum Makin Populer!

520
Ilustrasi. (Threechannel)

THREECHANNEL.CO – Direktur Eksekutif Haidar Alwi Institute (HAI), R Haidar Alwi mengingatkan masyarakat supaya tidak ikut-ikutan dalam perseteruan antara artis Nikita Mirzani dengan Soni Eranata alias Ustaz Maaher At-thuwailibi. Ia menilai ada pihak-pihak yang sengaja memanfaatkan kontroversi Habib Rizieq Shihab (HRS) demi keuntungan pribadi yang bersangkutan.

Sebagaimana diketahui, HRS merupakan sosok kontroversial yang tidak terlepas dari polarisasi dua kubu antara Cebong dan Kadrun. Kedua istilah yang menjadi produk politisasi SARA tersebut telah menciptakan jurang sosial yang sangat lebar di kalangan masyarakat. Pernyataan atau aksi apapun terkait dengannya, seketika dapat memantik kegaduhan di antara kedua kelompok. Hal sensitif inilah yang kemudian dimanfaatkan oknum tertentu untuk meraup keuntungan pribadi.

“Apalagi kalau pemantiknya adalah seorang Public Figure. Bagi yang kontra HRS (cebong, red) langsung reaktif menggalang dukungan untuk Nikita Mirzani. Sedangkan yang Pro HRS (kadrun, red) juga tak ada bedanya, ramai-ramai mendukung Maaher. Ironisnya, masyarakat nggak sadar kalau mereka sedang dibego-begoin, saling dibenturkan satu sama lain. Padahal ada oknum yang memanfaatkan momen, situasi dan kontroversi HRS maupun gap antara Cebong dan Kadrun demi keuntungan pribadi. Semakin gaduh semakin untung dia. Lebih parahnya lagi, ada penggalangan dukungan untuk jadi Wagub atau Wapres. Aku nggak habis pikir, Indonesia ini masih waras nggak sih?,” Ucap R Haidar Alwi, Sabtu (14/11/2020).

Oleh karena itu, ia meminta agar masyarakat cerdas dalam menanggapi suatu isu yang sedang berkembang sehingga tidak over-reaktif. Lagi pula menurutnya, pernyataan Nikita Mirzani yang menyebut “Habib Tukang Obat” bukanlah sebuah bentuk penghinaan. Banyak di antara para pemimpin besar di dunia yang berlatarbelakang sebagai pedagang.

“Lagian, apa hinanya profesi pedagang? Nabi Muhammad SAW sebelum menjadi Rasul juga seorang pedagang. Justru Islam masuk ke Indonesia itu dibawa oleh para pedagang juga. Pak Jokowi sebelum sukses di Pemerintahan dulunya pedagang, tukang kayu. Bahkan banyak pemimpin besar dan pengusaha sukses yang awalnya berprofesi sebagai pedagang kecil. Jadi, tukang obat atau pedagang itu bukan sebuah penghinaan. Kalau masih dianggap penghinaan silakan lapor ke aparat penegak hukum untuk dibuktikan,” pungkas R Haidar Alwi.

Sebagai informasi, artis Nikita Mirzani terlibat perseteruan di media sosial dengan Soni Eranata alias Ustaz Maaher At-thuwailibi. Nikita Mirzani dianggap telah menghina Habib Rizieq Shihab (HRS) melalui ungkapan “Tukang Obat”. Ustaz Maaher At-thuwailibi lantas membalas dengan sebutan bab* betina hingga lonte oplosan penjual selangkangan. Bahkan, ia mengancam akan membawa 800 Laskar Pembela Ulama untuk mengepung rumah Nikita Mirzani jika artis tersebut tidak meminta maaf dalam waktu 1X24 jam. (ham)