Kompak Bela Erick Thohir, Riano Oscha & Yuyun Pirngadi Dapat Jabatan Komisaris

275
Riano Oscha (tengah) tampak bersama Direktur Utama PT Adhi Karya, Entus Asnawi Mukhson dan Direktur SDM PT Adhi Karya, Agus Karianto. (Instagram @riano_oscha)

THREECHANNEL.CO – Langkah dua pentolan Organ Relawan Jokowi, Riano Oscha dan Yuyun Pirngadi yang tercatat beberapa kali kompak mendukung program maupun kebijakan Menteri BUMN Erick Thohir, berakhir dengan ganjaran jabatan Komisaris anak perusahaan BUMN. Riano Oscha diangkat menjadi Komisaris Independen PT Adhi Persada Gedung (APG), anak perusahaan PT Adhi Karya. Sedangkan Yuyun Pirngadi ditetapkan sebagai Komisaris Utama PT Jasamarga Balikpapan-Samarinda, anak perusahaan PT Jasamarga.

Kekompakan Riano Oscha dan Yuyun Pirngadi mendukung kebijakan Menteri BUMN Erick Thohir dimulai pada akhir 2019 lalu dalam acara Refleksi Akhir Tahun. Keduanya menyatakan siap mengawal serta mendukung Menteri BUMN Erick Thohir yang melakukan bersih-bersih BUMN dan restrukturisasi Jiwasraya.

Kemudian pada Juni 2020, lagi-lagi Riano Oscha dan Yuyun Pirngadi menunjukkan kekompakannya. Mereka kompak membela Menteri BUMN Erick Thohir yang tengah diserang berbagai kritik, tak terkecuali dari sesama pendukung Jokowi-Ma’ruf.

Riano Oscha menilai para pengkritik tersebut gagal paham dan tidak mengerti makna pembenahan BUMN. Bahkan menurutnya, menyerang Erick Thohir sama saja dengan menyerang program Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Sementara Yuyun Pirngadi memandang para pengkritik Erick Thohir tidak memahami persoalan secara substansial dan mendasar. Serangan tersebut terkesan mempunyai maksud dan tujuan tertentu, seperti kata pepatah, “ada udang di balik batu”.

Entah “menunjuk hidungnya sendiri” atau bukan, setelah membela dan mendukung Erick Thohir, Riano Oscha dan Yuyun Pirngadi lantas diangkat menjadi Komisaris anak perusahaan BUMN.

Selain dikenal sebagai Ketua Umum Laskar Rakyat Jokowi (LRJ), Riano Oscha juga tercatat sebagai Ketua Bidang Penerangan, Agitasi dan Propaganda Dewan Pengurus Pusat Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPP PA GMNI) periode 2015-2020.

Sedangkan Yuyun Pirngadi merupakan Ketua Umum Pondasi Jokowi Satu (Pojok Satu). Ia pernah terpilih menjadi Anggota DPR RI periode 2014-2019 melalui Partai Nasdem dan bertarung di Dapil Jawa Barat VII.

Pada momentum Pilpres 2019, organ yang dipimpin Riano Oscha (LRJ) dan Yuyun Pirngadi (Pojok Satu) pernah tergabung dalam Aliansi Relawan Jokowi (ARJ), yang mana Penanggungjawab Tunggalnya adalah R Haidar Alwi dan Aidil Fitri sebagai Koordinator Nasional.

Namun hingga saat ini, baik R Haidar Alwi maupun Aidil Fitri sama sekali tidak mendapatkan jabatan apa-apa. Meski demikian, keduanya diketahui masih aktif di lapangan melalui beberapa program atau kegiatan. Khusus R Haidar Alwi, terkenal sangat lantang dalam menyosialisasikan program Pemerintah, tidak hanya mengapresiasi tapi juga tak jarang mengkritik yang dipandangnya kurang tepat.

Riano Oscha. (Instagram @riano_oscha)

Diberitakan sebelumnya, Riano Oscha dan Yuyun Pirngadi menambah daftar panjang Relawan Jokowi yang bertahta di kerajaan bisnis perusahaan pelat merah. Tak banyak yang tahu, keduanya ditunjuk sebagai Komisaris di anak perusahaan BUMN. Riano Oscha merupakan Ketua Umum Laskar Rakyat Jokowi (LRJ). Sedangkan Yuyun Pirngadi adalah Ketua Umum Pondasi Jokowi Satu (Pojok Satu).

Berdasarkan informasi yang diperoleh Threechannel pada Selasa (24/11/2020) malam, Riano Oscha berhasil mendapatkan jabatan Komisaris PT Adhi Persada Gedung (APG), salah satu anak perusahaan BUMN PT Adhi Karya. Hal ini diketahui dari rekannya sesama Alumni GMNI berinisial M yang mengunggah foto pertemuannya melalui Status WhatsApp.

“Bersama Komisaris PT APG bang RO (Riano Oscha) dan pengamat politik mas Karyono Wibowo,” tulis M.

Tidak diketahui sejak kapan Riano Oscha menjabat Komisaris PT APG. Baik dalam website resmi perusahaan, induknya maupun Kementerian BUMN, tidak ditemukan informasi tentang pengangkatan Riano Oscha sebagai Komisaris PT APG. Meski disebutkan bahwa PT APG memiliki 4 Komisaris, profil yang dipublikasikan hanya 3 nama. Dari ketiganya, tidak ada nama Riano Oscha.

Penelusuran melalui akun Facebook Riano Oscha didapati sebuah ucapan selamat dari akun Sam Patty pada tanggal 30 Oktober 2020 pukul 21.06 WIB.

“Selamat bertugas Abangda Riano Oscha. Salah satu senior yang sering diskusi di Grup GMNI Pejuang dan Pemikir,” ucap Sam Patty disertai foto bertuliskan, “Selamat Bertugas Riano Oscha sebagai Komisaris Independen PT Adhi Persada Gedung”.

Dalam akun Instagram-nya @riano_osca pada 16 Oktober 2020, Riano Oscha sempat mengunggah dua foto dirinya ketika bertemu dengan Direksi PT Adhi Karya, induk perusahaan PT Adhi Persada Gedung (APG), tempat Riano Oscha menjabat sebagai Komisaris Independen.

Dalam pertemuan di sebuah ruangan itu, Riano Oscha tampak bersama Direktur Utama PT Adhi Karya, Entus Asnawi Mukhson dan Direktur SDM PT Adhi Karya, Agus Karianto.

“Moment beberapa waktu lalu, bersama Direktur Utama Adhi Karya Bapak Entus Asnawi dan Direktur SDM Adhi Karya Bapak Agus Karianto. Yang uniknya, ternyata kebetulan kami tinggal di Kota Bekasi semua,” tulis Riano Oscha.

Yuyun Pirngadi. (Police Line)

Selain Riano Oscha, Relawan Jokowi yang “diam-diam” diangkat sebagai Komisaris anak perusahaan BUMN adalah Yuyun Pirngadi. Ketua Umum Organ Relawan Pondasi Jokowi Satu (Pojok Satu) itu mendapatkan kursi Komisaris Utama PT Jasamarga Balikpapan-Samarinda, anak perusahaan BUMN PT Jasamarga. Informasi ini juga diperoleh dari Alumni GMNI berinisial M yang mengunggah status WhatsApp pada pertengahan September 2020 lalu.

“Terimakasih DR Yuyun P, Komut (Komisaris Utama) PT Jasa Marga Balikpapan Samarinda…,” tulis M.

Tidak jauh berbeda dengan Riano Oscha, informasi tentang pengangkatan Yuyun Pirngadi sebagai Komisaris Utama PT Jasamarga Balikpapan-Samarinda juga sangat terbatas. Saat diakses pada Selasa (24/11/2020) malam, website perusahaan memunculkan keterangan sedang dalam perbaikan.

Entah sengaja disembunyikan atau tidak, untuk menghindari polemik dan kontroversi atau bukan, yang jelas pengangkatan Relawan Jokowi untuk mengisi sejumlah jabatan bergengsi terutama di BUMN selalu menjadi sorotan publik. BUMN kerap dinilai sebagai lahan bancakan dan bagi-bagi jabatan bagi para pendukung Pemerintah (balas budi).

Sebagai informasi, pedoman pengangkatan anggota direksi dan anggota dewan komisaris anak perusahaan BUMN diatur oleh Peraturan Menteri BUMN Nomor PER-03/MBU/2012. Dewan Komisaris anak perusahaan BUMN ditetapkan oleh Direksi BUMN berdasarkan nama-nama calon terpilih yang diusulkan Tim Evaluasi untuk kemudian dikukuhkan dalam RUPS anak perusahaan BUMN. Meski demikian, bukan berarti pengangkatan Komisaris anak perusahaan BUMN terlepas dari peranan Menteri BUMN.

“Anggaran Dasar BUMN dapat mengatur bahwa Direksi BUMN meminta persetujuan terlebih dahulu dari Dewan Komisaris/ Dewan Pengawas BUMN atau RUPS/ Menteri, sebelum menetapkan seseorang sebagai Direksi atau Dewan Komisaris Anak Perusahaan.” Demikian bunyi Pasal 14 Peraturan Menteri BUMN Nomor PER-03/MBU/2012. (ham)