Hasil Polling 24 Jam: Azizah-Ruhamaben Paling Layak Pimpin Tangsel

239
Hasil polling online 24 jam terkait siapa paling layak pimpin Kota Tangerang Selatan (Tangsel) periode 2021-2025. (ist)

THREECHANNEL.CO – Di antara ketiga pasangan calon yang akan berlaga dalam Pilkada Tangsel 2020, pasangan nomor urut 2 yakni Siti Nurazizah Ma’ruf dan Ruhamaben dinilai paling layak memimpin Kota Tangerang Selatan Periode 2021-2025. Kesimpulan ini diperoleh melalui polling online 24 jam yang dilakukan oleh Haidar Alwi Institute (HAI) pada Rabu (4/11/2020) pukul 16.18 WIB.

Dari total 609 suara yang masuk, pasangan Siti Nurazizah Ma’ruf dan Ruhamaben berhasil meraup 217 suara atau sekitar 35,6%. Posisi ke-dua ditempati oleh Muhamad dan Rahayu Saraswati dengan perolehan 196 suara atau 32,2%. Sedangkan pasangan Benyamin Davnie dan Pilar Saga Ichsan berada di urutan terakhir dengan raihan 182 suara atau setara 29,9%. Sementara sisanya 10 suara atau 1,6% tidak peduli dan belum menentukan pilihan sebanyak 4 suara atau 0,7%.

Direktur Eksekutif Haidar Alwi Institute (HAI), R Haidar Alwi mengatakan bahwa polling online 24 jam ini dilaksanakan agar masyarakat lokal mendapatkan referensi melalui penilaian publik secara umum terkait siapa pasangan calon yang paling layak memimpin Kota Tangerang Selatan periode 2021-2025.

“Tujuan kami, jangan sampai masyarakat Tangsel salah pilih pemimpin karena tertipu oleh hasil survei pesanan yang memenangkan kliennya masing-masing. Pesta demokrasi itu untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, bukan pembodohan melalui survei ABS atau Asal Bapak Senang demi kepentingan kelompoknya,” ujar R Haidar Alwi kepada Threechannel, Kamis (5/11/2020) malam.

Sebagai contoh, pasangan Siti Nurazizah Ma’ruf dan Ruhamaben tidak diunggulkan berdasarkan survei lapangan yang digelar sejumlah lembaga. Akan tetapi penilaian publik secara umum justru menempatkannya sebagai Paslon yang paling layak memimpin Kota Tangerang Selatan periode berikutnya. Jika masyarakat tidak cerdas menyikapinya dan tidak pula mendapatkan masukan yang netral, maka besar kemungkinan akan salah dalam memilih pemimpin. Dampaknya tentu akan dirasakan dalam berbagai bidang kehidupan selama lima tahun ke depan.

“Makanya polling online 24 jam ini kami bagikan secara acak di media sosial. Hasilnya bisa kita lihat pada sebaran perolehan suara yang tidak berbeda jauh. Kalau dibagikan di WAG khusus para pendukung dan relawan sudah pasti perbedaannya jomplang atau signifikan sekali,” tutur R Haidar Alwi.

Ia pun berharap ketiga Paslon tidak lengah karena merasa puas dengan hasil survei yang ada. Waktu yang tersisa sebaiknya digunakan dengan baik untuk menggalang dukungan dan tidak kalah penting adalah memberikan pendidikan politik yang mencerdaskan kepada masyarakat agar tidak golput pada hari pencoblosan nanti. (ham)