Edhy Prabowo & Elit Gerindra di Pusaran Ekspor Benih Lobster

466
Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo. (Dokumentasi KKP)

THREECHANNEL.CO – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo di Terminal III Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Rabu (25/11/2020) sekitar pukul 01.23 WIB. Edhy Prabowo ditangkap bersama istrinya, Iis Rosita Dewi yang merupakan Anggota Komisi V DPR RI lengkap dengan kedua ajudannya. Penangkapan tersebut kabarnya dipimpin oleh Penyidik Senior KPK, Novel Baswedan.

“Tadi malam Menteri KKP diamankan KPK di Bandara Soetta saat kembali dari Honolulu (Amerika Serikat). Yang bersangkutan diduga terlibat korupsi dalam penetapan izin export baby lobster,” ujar Ketua KPK, Firli Bahuri kepada wartawan, Rabu (25/11/2020).

Secara terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara (Jubir) KPK, Ali Fikri mengatakan bahwa pihaknya langsung melakukan pemeriksaan setibanya di kantor KPK. Dalam waktu 24 jam, KPK akan menetapkan status terhadap Edhy Prabowo dan kawan-kawan.

“Saat ini sedang dilakukan pemeriksaan oleh penyelidik KPK. KPK punya waktu 1×24 jam untuk menentukan sikap. Perkembangannya nanti kami informasikan lebih lanjut,” tutur Ali Fikri.

Sebelum diangkat menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan menggantikan Susi Pudjiastuti, Edhy Prabowo merupakan kader Partai Gerindra yang menjabat sebagai Wakil Ketua Umum. Salah satu kebijakannya yang paling kontroversial adalah membuka segel larangan ekspor benih lobster. Dari sekian banyak perusahaan yang mendapatkan izin untuk ekspor benih lobster, beberapa di antaranya terafiliasi dengan Partai Gerindra.

PT Royal Samudera Nusantara, misalnya, yang mencantumkan nama Ahmad Bahtiar Sebayang sebagai Komisaris Utama sekaligus bagian dari Pemilik Perusahaan. Ia tak lain adalah Kepala Departemen Koordinasi dan Pembinaan Organisasi Sayap yang juga merangkap Wakil Ketua Umum Tunas Indonesia Raya (TIDAR), salah satu sayap Partai Gerindra.

Selanjutnya, PT Bima Sakti Mutiara milik PT Arsari Pratama (Arsari Group). Komisaris Utamanya adalah Hashim Sujono Djojohadikusumo, adik Menteri Pertahanan Prabowo Subianto yang juga Ketua Umum Partai Gerindra. Rahayu Saraswati, Calon Wakil Walikota Tangerang Selatan (Tangsel) atau putri dari Hashim Sujono Djojohadikusumo, sempat menjabat Direktur Utama PT Bima Sakti Mutiara.

Lalu, ada PT Maradeka Karya Semesta. Pemiliknya, Iwan Darmawan Aras adalah Wakil Ketua Komisi Infrastruktur DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra. Di PT Maradeka Karya Semesta, Iwan Darmawan Aras berkongksi dengan adik sepupunya, Eka Sastra, legislator Partai Golkar periode 2014-2019.

Ada juga PT Agro Industri Nasional (Agrinas), perusahaan milik Yayasan Kesejahteraan Pendidikan dan Perumahan (YKPP) Kementerian Pertahanan. Dari 17 kursi Direksi dan Komisaris Agrinas, 6 di antaranya ditempati oleh Politikus Partai Gerindra. Di kursi Komisaris, ada nama Prasetyo Hadi, Sudaryono dan Sugiono.

Prasetyo Hadi adalah Caleg gagal dan Pengurus Partai Gerindra sejak tahun 2008 yang menjadi Anggota Komisi VII DPR RI sebagai PAW Harry Poernomo. Sedangkan Sudaryono merupakan Direktur Koperasi bentukan Prabowo Subianto yang bernama Garudayaksa Nusantara, pernah menjabat Sekretaris Pribadi Prabowo Subianto dan Wasekjen Partai Gerindra. Sementara Sugiono, Anggota Komisi I DPR RI adalah Wakil Ketua Umum Bidang Kaderisasi dan Informasi Strategis Partai Gerindra yang pernah menjabat Wakil Ketua Harian Partai Gerindra.

Di kursi Direksi, ada nama Dirgayuza Setiawan, Haryadin Mahardika dan Simon Aloysius Mantiri. Dirgayuza Setiawan yang menjabat Wakil Direktur Utama Agrinas merupakan Ketua Bidang Media Sosial dan Informasi Publik Partai Gerindra yang juga pernah menjabat Ketua DPP Partai Gerindra dan Pengurus Tunas Indonesia Raya (Tidar), Sayap Partai Gerindra.

Direktur Pemasaran dan Aset Agrinas, Haryadin Mahardika adalah caleg gagal Partai Gerindra Dapil Jawa Timur VIII saat Pemilu 2019 dan pernah gagal saat mencalonkan diri sebagai Walikota Madiun Pilkada 2018. Sedangkan Simon Aloysius Mantiri, Direktur Keuangan Agrinas, pernah menjabat Anggota Dewan Pembina Partai Gerindra dan Bendahara DPP Partai Gerindra.

Dari 6 nama Politikus Partai Gerindra yang duduk di kursi Direksi dan Komisaris Agrinas, 3 di antaranya dikenal sebagai “Kesatria Jedi” Prabowo Subianto. Mereka antara lain Sugiono dan Sudaryono (Komisaris) dan Dirgayuza Setiawan (Wakil Direktur Utama).

Selain elit Partai Gerindra, jajaran Direksi dan Komisaris Agrinas juga diisi oleh Purnawirawan loyalis maupun Timses Prabowo dalam beberapa Pilpres. Adalah Rauf Purnama yang menjabat sebagai Direktur Utama Agrinas. Mantan Dirut Petrokimia Gresik ini pernah masuk dalam Timses Prabowo saat Pilpres 2009.

Kemudian, 4 dari 8 Komisaris Agrinas dari unsur Purnawirawan diketahui merupakan loyalis Prabowo saat Pilpres 2019 lalu. Mereka adalah Brigjen TNI (Purn) Andreas Purwoko Bhakti, Mayjen (Purn) Arri Sujono, Letjen (Purn) Nugroho Widyotomo dan Brigjen (Purn) Surya Dharma. Keempatnya pernah tergabung dalam Front Kedaulatan Rakyat yang menyangsikan hasil Pemilu 2019 dengan kemenangan Jokowi-Ma’ruf. (ham)