Digertak POSPERA, Arya Sinulingga “Keep Calm”

259
Arya Sinulingga, Staf Khusus sekaligus Juru Bicara Menteri BUMN. (ist)

THREECHANNEL.CO – Gertakan POSPERA dengan membuat laporan ke sejumlah Polda secara serentak hingga rencana Aksi Kepung Kementerian BUMN, ternyata tidak membuat Arya Sinulingga gentar sedikitpun apalagi merasa takut. Sebab, meski bisa melaporkan balik POSPERA ke polisi, Staf Khusus sekaligus Juru Bicara Menteri BUMN itu mengaku lebih memilih untuk berdiskusi.

Arya Sinulingga menilai kritik bahkan membuat informasi tidak benar mengenai BUMN merupakan hal lumrah dalam negara demokrasi. Karenanya, ia selalu membuka diri untuk berdiskusi menjawab pertanyaan atau menanggapi aspirasi masyarakat. Tak terkecuali dengan POSPERA yang menganggap dirinya telah memfitnah dan mencemarkan nama baik organisasi tersebut melalui sebuah pernyataan di WhatsApp Group.

“Saya kalau mau mengadukan balik Pospera sangat gampang kalau melihat sisi hukum. Banyak saran-saran hukum diberikan kepada saya, kalau yang mereka adukan tidak punya substansi dan saya bisa mengadukan balik mereka, tapi saya tidak mau melakukannya karena saya mau memberikan sinyal diskursus berdemokrasi kepada kawan-kawan Pospera. Kami melayaninya dengan jawaban-jawaban yang cerdas. Makanya saya kalau diundang di media manapun mengenai BUMN akan saya layani karena itu prinsip keterbukaan dalam berdemokrasi,” ujar Arya Sinulingga kepada wartawan di Jakarta, Jumat (20/11/2020).

Di tempat lain pada hari yang sama, POSPERA justru membuat penegasan bahwa hanya ada dua pilihan bagi Arya Sinulingga, minta maaf atau selesaikan di Pengadilan. Demikian penegasan yang disampaikan POSPERA melalui video singkat yang diunggah Ketua Umum POSPERA, Mustar Bonaventura melalui akun Facebook-nya, Jumat (20/11/2020).

Dalam video berdurasi 28 detik itu, tampak puluhan orang berbaris dan dikomandoi melafalkan suatu pernyataan secara bersama-sama. Pada barisan terdepan terdapat Ketua Umum POSPERA, Mustar Bonaventura dan dua orang membentangkan spanduk putih bertuliskan “POSPERA” dengan tinta merah.

“Kami POSPERA, siap kepung BUMN 23 November 2020. Arya Sinulingga harus minta maaf atau selesaikan di Pengadilan. Hidup POSPERA (3 kali),” teriak massa POSPERA diakhiri tepuk tangan.

POSPERA: Arya Sinulingga minta maaf atau selesaikan di Pengadilan. (tangkapan layar video akun Facebook Mustar Bonaventura)

Sebelumnya, pada Senin (16/11/2020), POSPERA mengklaim telah melaporkan Arya Sinulingga ke 27 Polda secara serentak atas tuduhan pencemaran nama baik organisasi dan melanggar Undang-Undang ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik). Akan tetapi pada Kamis (19/11/2020), Brigjen Pol Alwi Setiyono selaku Karo Penmas Mabes POLRI mengonfirmasi bahwa hanya ada 12 Polda yang menerima laporan POSPERA terkait Arya Sinulingga.

Konflik POSPERA dengan Arya Sinulingga dipicu oleh pernyataan Arya Sinulingga di sebuah WAG. Arya Sinulingga mengatakan, banyak BUMN yang Komisarisnya berasal dari POSPERA malah menderita kerugian. Pernyataan inilah yang kemudian membuat POSPERA meradang hingga berbuntut panjang.

Konon, permasalahan tersebut hanyalah satu mata rantai yang bersumber dari tidak diakomodirnya usulan Adian Napitupulu (Pembina POSPERA) oleh Menteri BUMN Erick Thohir. Sesuai dengan permintaan Presiden Jokowi, Adian Napitupulu telah menyetorkan nama-nama aktivis 98 yang layak menempati posisi Komisaris BUMN dan Duta Besar. Alih-alih diakomodir, kawan-kawan Adian Napitupulu yang duduk di posisi demikian malah semakin dipangkas oleh Erick Thohir. (ham)