Dishub Jakbar Akhirnya Tindak Tegas Bus Parkir Serobot Trotoar

155
Petugas menindak bus Laju Prima yang parkir serobot trotoar di Jalan Makaliwe Raya, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Jumat (23/10/2020). (ist)

THREECHANNEL.CO – Suku Dinas Perhubungan Jakarta Barat akhirnya menindak tegas bus PO Laju Prima yang diparkirkan dengan menyerobot trotoar di Jalan Makaliwe Raya, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Jumat (23/10/2020).

“Sudah dikandangin tadi,” ujar Erwansyah selaku Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Barat saat dihubungi wartawan Threechannel, Jumat (23/10/2020) siang.

Menanggapi hal itu, seorang warga sekitar yang bernama Hadi Waluyo mengapresiasi gerak cepat petugas yang telah menertibkan PO bus tersebut. Di sisi lain ia juga menyesalkan penindakan baru dilakukan setelah adanya pemberitaan di media.

“Alhamdulillah, kita apresiasi sekali. Tapi ke depan jangan tunggu laporan warga atau pemberitaan media dulu baru ditertibkan. Parkir liar, pungli dan terminal bayangan juga tolong ditindak tegas,” ungkap Hadi Waluyo.

Petugas menindak bus Laju Prima yang parkir serobot trotoar di Jalan Makaliwe Raya, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Jumat (23/10/2020). (ist)

Diberitakan sebelumnya, dalam beberapa tahun terakhir, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan revitalisasi trotoar di sejumlah kawasan. Namun disesalkan, setelah dipercantik dan diperlebar, trotoar yang diperuntukkan bagi para pejalan kaki malah beralih fungsi menjadi lahan parkir kendaraan.

Demikian pantauan di Jalan Makaliwe Raya, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, pada Kamis (22/10/2020) pagi. Di antara jejeran sepeda motor dan angkot yang ngetem di pinggir jalan, sejumlah bus PO Laju Prima juga diparkirkan di trotoar selebar 5 meter hingga memakan badan jalan. Karenanya, tidak hanya menghalangi para pejalan kaki, bus yang diparkir di trotoar tersebut juga menyulitkan para pengendara.

“Mau nggak mau akhirnya kita pejalan kaki kayak saya ini nih, Mas, harus ngalah, membahayakan diri kita sendiri dengan jalan di jalan raya. Padahal trotoar itu kan hak kita, hak pejalan kaki. Emang ada ya saham PO bus buat bangun trotoar? Kan nggak ada. Udah gitu, busnya segede (sebesar) itu, panjang lagi kan, makan badan jalan juga, pas di tikungan lagi, bahaya banget buat pengendara,” ujar Toni, seorang pejalan kaki yang dijumpai Threechannel di lokasi, Kamis (22/10/2020).

Sementara itu, seorang karyawan swasta yang bernama Lusiana mengungkapkan hal serupa. Menurutnya, alih fungsi trotoar menjadi lahan parkir sudah berlangsung lama. Meskipun dirazia, keberadaannya akan muncul kembali. Bahkan, tidak jarang terjadi praktik pungli dan premanisme yang sangat meresahkan warga.

Bus Laju Prima serobot trotoar di Jalan Makaliwe Raya, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Kamis (22/10/2020) pagi. (Threechannel)

“Kambuhan, abis dirazia muncul lagi. Aneh sih, sekitar sini saya lihat banyak petugas tapi kayaknya dibiarin aja tuh atau mungkin sengaja dipiara. Ya kan? Siapa tahu nyari sampingan lewat pungli. Buktinya, bukannya ditertibkan atau ditindak, yang ada malah dikawal. Dengar-dengar PO busnya setoran sama Dishub atau Pol PP. Makanya dibolehin parkir di trotoar. Belum lagi kalo malam, ada terminal bayangan, bus-bus pada berjejer. Padahal deket sini kan ada terminal, Grogol bisa Kalideres pun juga ada,” tutur Lusiana.

Ia merasa prihatin karena revitalisasi trotoar yang dimaksudkan untuk membangkitkan budaya jalan kaki, justru dirampas oleh sekelompok orang. Baik untuk kepentingan PO bus maupun oknum petugas yang melakukan praktik pungli untuk mencari pemasukan tambahan.

“Tolonglah yang gini-gini jangan dipiara, tapi ditertibkan atau disanksi berat biar jera. Kalo nggak salah, petugas-petugas itu tunjangannya kan gede (besar), Mas. Masa masih aja nyari sampingan di luar. Atasannya kemana? Apa nggak dipantau dan diawasi?” Pungkas Luasiana. (ham)