Calon Wakil Walikota Depok yang diusung PDIP, Afifah Alia. (Ist)

THREECHANNEL.CO – Meskipun Pilkada serentak 2020 baru akan berlangsung pada 9 Desember mendatang, aroma persaingan antar-kubu pasangan calon kini mulai tercium. Adalah Calon Wakil Walikota Depok yang diusung PDIP, Afifah Alia yang membuat pengakuan mengejutkan. Ia menuding pesaingnya, Imam Budi Hartono, Calon Wakil Walikota Depok yang diusung oleh PKS dan koalisi telah melakukan pelecehan seksual secara verbal terhadap dirinya.

Afifah Alia yang merupakan Wakil Ketua Bidang Perempuan dan Anak PDIP Kota Depok mengaku bahwa pengalaman tidak menyenangkan itu dialaminya saat menjalani pemeriksaan kesehatan yang berlangsung selama dua hari di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, Jawa Barat.

“Pak Imam Budi dalam lontarannya mengatakan, ‘Bu Afifah sekamar sama saya saja’. Buat saya itu tidak pantas. Belum kenal, baru pertama kali bertemu, kok seperti itu.” Demikian ujar Afifah Alia menirukan ajakan ngamar Imam Budi Hartono seperti yang diberitakan Gesuri, Kamis (10/9/2020).

“Itu terjadi di hari pertama, saat pihak RS membagikan kamar isolasi untuk kami semua peserta pemeriksaan kesehatan. Saat itu saya merasa geram namun memilih diam,” imbuh Afifah Alia.

“Saya sadar posisi saya yang belum pernah menjabat apa-apa sebelumnya, saya hanya warga biasa. Saya juga sudah dengar beberapa cibiran orang, perempuan kok berani-beraninya ikutan pilkada kota. Saya yang sesama kandidat saja dengan entengnya dilecehkan oleh kandidat lain, karena saya perempuan,” jelasnya.

Terkait pelecehan seksual secara verbal tersebut, ia mengungkapkan kasus kekerasan terhadap perempuan di Depok memang termasuk tinggi. Namun tidak semua kasus yang terjadi dilaporkan. Dari kasus-kasus yang dilaporkan pun beberapa terkendala visum untuk bukti laporan. Karena itu, Pradi – Afifah mengusung visum gratis bagi perempuan dan anak korban kekerasan sebagai salah satu program unggulannya.

“Di Depok itu visum harus bayar, kalau mau gratis ke RS Polri, itupun korban harus mengeluarkan ongkos lagi.Ke depan, para korban didukung untuk berani menyuarakan kasus yang dialaminya, jangan diam,” pungkas Afifah Alia. (hw)