Kolase spanduk dan baliho #erickout #erickgagal di Jambi, Bali dan Banten. (Ist)

THREECHANNEL.CO – Direktur Eksekutif Haidar Alwi Institute (HAI), R Haidar Alwi menyarankan Politikus PDIP Adian Napitupulu dan Menteri BUMN Erick Thohir agar melakukan gencatan senjata setidaknya untuk sementara waktu. Dengan demikian, Pemerintah dapat fokus dan berkonsentrasi menekan penyebaran Virus Corona dan memulihkan dampak yang ditimbulkannya.

Sempitnya ruang komunikasi, tidak tercapainya kesepakatan bersama dan tingginya ego masing-masing pihak telah menyebabkan perselisihan di antara keduanya semakin meluas. Berawal dari tidak diakomodirnya usulan Adian Napitupulu oleh Erick Thohir terkait jabatan Komisaris BUMN yang dijanjikan Presiden Jokowi, berlanjut hingga aksi protes di berbagai daerah yang menilai Erick Thohir gagal memimpin BUMN.

“Demi Pak Jokowi, demi bangsa dan negara, aku harap Adian dan Erick dapat menahan diri. Apalagi keduanya sama-sama orang Pak Jokowi. Gencatan senjata dululah, singkirkan ego, minimal sampai Pandemi Covid-19 mereda dan keadaan kembali pulih. Mengingat mereka berdua punya pengikut dan pengaruh besar, perselisihan hanya akan mengganggu konsentrasi bersama dalam menangani dampak Pandemi Covid-19. Seharusnya saling bahu-membahu, bukan malah memperberat beban. Kasihan Pak Jokowi, kasihan bangsa dan negara kita,” ujar R Haidar Alwi kepada Threechannel, Minggu (27/8/2020).

Seperti diketahui, sejumlah ormas di berbagai daerah melayangkan protes terhadap Erick Thohir yang dinilai gagal memimpin Kementerian BUMN. Aksi protes dilakukan dengan cara membentangkan spanduk maupun baliho bertuliskan #erickout atau #erickgagal di Jambi, Banten dan Bali.

“Melihat kemiripan pola aksi, desain atribut serta rekam jejak inisiatornya, aksi ini punya hulu yang satu. Meskipun dilakukan di berbagai daerah oleh ormas yang berbeda pula. Di Jambi ada Cecep Suryana, Pembina DPD Pospera Jambi. Di Banten ada Akhmad Yuslizar, Ketua DPD Pospera Banten. Sedangkan di Bali ada Oktaviansyah Nur Sugito, Pembina DPD Pospera Bali. Semuanya orang Pospera, ormas yang mana Adian Napitupulu adalah Ketua Dewan Pembinanya. Biasanya orang-orang Pospera terintegrasi dengan PENA98, Sekjen Nasionalnya yakni Adian Napitupulu juga. Jadi kita bisa menduga siapa dalang di balik aksi #erickout dan #erickgagal tersebut,” papar R Haidar Alwi.

Pada Jumat (25/9/2020), sebuah baliho raksasa berukuran 5X10 meter terpampang di depan kantor PLN, Jalan Raya Siliwangi, Pamulang, Tangerang Selatan. Pemasangan baliho tersebut merupakan rentetan dari aksi unjuk rasa yang digelar pada Selasa (22/9/2020) di Tangerang Raya dan Serang Raya oleh Forum Demokrasi Banten yang diinisiasi Akhmad Yuslizar selaku Ketua Presidium.

Atribut serupa juga dipasang oleh Aliansi Rakyat Anti Korupsi (ARAK) Bali di Jalan Durian, Kota Denpasar, Sabtu (26/9/2020). Mereka membentangkan spanduk bertuliskan “BUMN Rugi, Ekonomi Resesi, Covid-19 Tak Terkendali” lengkap dengan tulisan #erickout dan #erickgagal. Inisiator aksi tersebut yakni Oktaviansyah Nur Sugito yang menjabat sebagai Koordinator ARAK Bali.

Sebelumnya di Jambi pada awal Agustus lalu, Aliansi Rakyat Jambi Menggugat mendatangi 10 kantor BUMN dan memasang spanduk yang tidak jauh berbeda. Inisiatornya antara lain Cecep Suryana (Federasi Panjat Tebing Indonesia), Feri Irawan (Direktur LSM Perkumpulan Hijau dan Koordinator Simpul Jaringan Pantau Gambut Jambi), Musri Nauli (Advokat dan Aktivis WALHI), dan Roida Pane (Ketua Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia/ KSBSI Provinsi Jambi).

Selain ketiga daerah yang dijelaskan di atas, ada klaim aksi pemasangan 447 spanduk #erickout di 447 kantor BUMN di 25 Provinsi serta aksi pembagian selebaran ke karyawan BUMN, mahasiswa dan masyarakat umum sebanyak 10.000 lembar dan 2.000 sticker di angkutan umum tiap provinsi. Klaim dimuat 247 media lokal di 25 Propinsi dan 8 Media Nasional. (ham)