Demonstrasi mahasiswa di Kota Tangerang pada awal Juli 2020. (ist)

THREECHANNEL.CO – Gelombang protes berbagai elemen masyarakat terhadap Menteri BUMN Erick Thohir terus bermunculan. Mulai dari politikus PDIP Adian Napitupulu, Ombudsman RI, Aliansi Rakyat Jambi Menggugat, Aktivis, LSM, Organ Relawan Jokowi hingga mahasiswa.

Setelah aksi Forum Mahasiswa Jambi, Komite Mahasiswa Banten Peduli BUMN dan Aliansi Mahasiswa NTT, kini tiba giliran Pimpinan Pusat Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (PP HIMMAH). Berdasarkan dokumen yang diterima Threechannel, PP HIMMAH berencana menggelar unjuk rasa di depan Istana Negara dan Mabes Polri pada Rabu (12/8/2020).

Dengan estimasi 500 peserta unjuk rasa, PP HIMMAH akan menyampaikan 2 tuntutan utama. Mereka meminta agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencopot Erick Thohir dari jabatannya sebagai Menteri BUMN dan mendorong Bareskrim Polri menindaklanjuti kasus Banggai Ammonia Plant yang menyeret nama kakak kandung Erick Thohir, Garibaldi Thohir alias Boy Thohir.

“Pimpinan Pusat Himpunan Mahasiswa Al-Washliyah (PP HIMMAH) meminta kepada Presiden Republik Indonesia copot Erick Thohir dari Menteri BUMN karena dinilai gagal membenahi BUMN serta terindikasi ada dugaan melakukan politik balas budi.”

“Pimpinan Pusat Himpunan Mahasiswa Al-Washliyah (PP HIMMAH) meminta kepada Bareskrim Polri segera menindaklanjuti kasus sengketa bisnis yang diduga melibatkan Boy Thohir, antara PT Panca Amara Utama (PAU) dengan PT Rekayasa Industri (Rekind), salah satu anak perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dari PT Pupuk Indonesia dalam program Banggai Ammonia Plant, pada proyek pembangunan pabrik ammoniak banggai di Kabupaten Luwu Sulawesi Selatan.” Demikian tertera dalam dokumen yang diperoleh pada Selasa (11/8/2020) malam.

Surat Pemberitahuan Aksi Unjuk Rasa PP HIMMA kepada Polda Metro Jaya terkait desakan agar Presiden Jokowi mencopot Erick Thohir dari jabatannya sebagai Menteri BUMN. (Dok. Istimewa)

(ham)

Selengkapnya tentang kasus Banggai Ammonia Plant :

POLRI Harus Usut Tuntas Boy Thohir & Erick Thohir Yang Diduga Terseret Uang Rekayasa