Presiden Turki Erdogan/net

THREECHANNEL.CO Perselisihan antara Turki dan Yunani terkait batas-batas landas kontinen lepas pantai dan wilayah udara, hingga Pulau Siprus di Laut Mediterani terus bermunculan ancaman dan sanksi dari Uni Eropa terhadap Turki.

Menyikapi persoalan itu, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menegaskan, Turki tidak akan mundur terhadap ancaman ataupun sanksi tersebut.

Turki tidak akan gentar dengan sanksi atau ancaman yang ingin membuat Ankara mundur dari klaimnya di Laut Mediterania.

“Kami tidak akan mundur melawan bahasa sanksi dan ancaman,” ujar Erdogan saat berbicara di Kota Rize seperti dikutip Reuters pada Minggu (16/8/2020).

Perseteruan dua negara anggota NATO belum lama ini semakin meningkat. Turki
mengirim kapal survei Oruc Reis yang dikawal oleh kapal perang ke Laut Mediterania pada Sabtu (16/8).

Pengerahan tersebut dilakukan untuk memetakan pengeboran minyak dan gas di wilayah sengketa.(DJ)