Tati Gobel dari Perempuan Tangguh Indonesia Menyerahkan piagam ungkap terima kasih kepada Dimas P Muharram, seorang tuna netra peraih beasiswa dari Australia, Founder Kartunet dan pegiat aktivis Disabilitas, atas partisipasinya sebagai motivator di kegiatan Pelatihan Wirausaha Berbasis Kuliner bagi Disabilitas Tuna Tuli. (Dok. Istimewa)

THREECHANNEL.CO – Dalam rangka berpartisipasi mengatasi dampak Pandemi Covid-19 pada sektor perekonomian, Komunitas Perempuan Tangguh Indonesia (PTI) berkolaborasi dengan Sekolah Highscope Bintaro menggelar Pelatihan Wirausaha Berbasis Kuliner yang ditujukan bagi sahabat disabilitas tuna tuli.

Dede Radinal dari Perempuan Tangguh Indonesia (PTI) menjelaskan bahwa sesungguhnya PTI berfokus pada 3 lingkup program, yaitu sosial, pendidikan dan pemberdayaan UMKM.

“Kegiatan yang baru kami luncurkan ini merupakan kombinasi lingkup pendidikan dan pemberdayaan UMKM yang kali ini kami tujukan untuk menambah soft skill teman-teman tuna tuli di DKI Jakarta. Dan mengingat kondisi Pandemi Covid-19 yang belum membaik, maka pelatihan ini kami rancang secara daring dan luring, masing-masing sebanyak 3 kali,” ujar Dede Radinal dalam siaran pers yang diterima Threechannel, Selasa (11/8/2020).

Komunitas Perempuan Tangguh Indonesia (PTI) berkolaborasi dengan Sekolah Highscope Bintaro menggelar Pelatihan Wirausaha Berbasis Kuliner yang ditujukan bagi sahabat disabilitas tuna tuli. (Dok. Istimewa)

Sementara itu, Yenee Krisnandari selaku Project Director kegiatan tersebut, dalam sambutannya mengatakan bahwa pelatihan ini didesain dengan 30% secara teori dan 70% praktik. Selama pelatihan, peserta akan terus dipantau perkembangannya dengan pendampingan melalui grup chat.

“Hasil yang diharapkan dari pelatihan yang berakhir di September 2020 ini adalah kemampuan para peserta menjual atau memasarkan produk makannya secara mandiri, baik secara offline maupun online,” tutur Yenee Krisnandari.

Komunitas Perempuan Tangguh Indonesia (PTI) berkolaborasi dengan Sekolah Highscope Bintaro menggelar Pelatihan Wirausaha Berbasis Kuliner yang ditujukan bagi sahabat disabilitas tuna tuli. (Dok. Istimewa)

Anggota PTI lainnya, Weny Indriyani menambahkan, untuk menyemangati para peserta, pihaknya menghadirkan chef profesional sebagai pengajar dan juga motivator inspiratif di setiap sesinya. Salah satunya Dimas P Muharram, seorang tuna netra yang aktif memberikan motivasi kepada teman-teman disabilitas yang merupakan peraih beasiswa dari Australia, Founder Kartunet dan Aktivis Disabilitas.

Dalam sharing sessionnya, Dimas P Muharram mengutarakan, menjadi seorang disabilitas tak ada alasan untuk tidak bisa berkarya, justru sebagai seorang disabilitas harus memiliki 6 kemampuan super difabel yang mandiri dan produktif.

Komunitas Perempuan Tangguh Indonesia (PTI) berkolaborasi dengan Sekolah Highscope Bintaro menggelar Pelatihan Wirausaha Berbasis Kuliner yang ditujukan bagi sahabat disabilitas tuna tuli. (Dok. Istimewa)

“yaitu mampu berdamai dengan diri sendiri, mampu membaca dan menciptakan peluang di sekitar, mampu fokus pada kelebihan, mampu berkolaborasi untuk menutup kekurangan, mampu memanfaatkan kesempatan yang ada, serta mampu menginspirasi orang lain,” ungkap Dimas P Muharram.

Dengan dibantu juru bahasa isyarat, seluruh peserta dibuat terkagum oleh pemaparan Dimas P Muharram yang sangat menginspirasi. Acara ini dipandu oleh 2 MC, satu di antaranya adalah MC tuna netra.

Di pertemuan pertama ini, para peserta melakukan sesi Focus Group Discussion (FGD) bersama sejumlah fasilitator untuk menggali lebih dalam motivasi para peserta dalam berproses mengikuti serangkaian acara pelatihan wirausaha berbasis kuliner selama 1 bulan.

Komunitas Perempuan Tangguh Indonesia (PTI) berkolaborasi dengan Sekolah Highscope Bintaro menggelar Pelatihan Wirausaha Berbasis Kuliner yang ditujukan bagi sahabat disabilitas tuna tuli. (Dok. Istimewa)

Nantinya akan dipilih 5 peserta terbaik untuk diikutkan program pelatihan tingkat lanjutan. Harapan dari PTI yang didukung oleh Highscope Bintaro, para teman tuna tuli mampu mandiri secara financial, baik menjadi seorang Wirausaha Mandiri dengan menghasilkan produk-produk kuliner berkualitas atau menjadi chef handal dan bisa bekerja di Industri Kuliner berbekal keterampilan yang mereka miliki. Hal ini sangat mungkin terjadi selama dilakukan bersama-sama dengan saling mendukung.

Seperti yang diungkapkan Yenee Krisnandari dalam sambutannya, “Kita akan kuat jika kita saling bergandeng tangan dalam menjalankan dan memilih jalan yang terbaik untuk kehidupan yang lebih abadi di akhir hayat kita, untuk ribuan kebaikan dan rasa syukur kami terhadap sang pencipta”.

Ia juga menyampaikan rasa terimakasih PTI atas dukungan dari berbagai pihak di antaranya Modena, Orangtua grup, Nutrifood yang sudah berpartisipasi dalam acara pelatihan ini dengan rasa suka cita. (ham)