Ilustrasi hasil survei. (ist)

THREECHANNEL.CO – Ajang pesta demokrasi berupa Pemilihan Umum (Pemilu) telah menjadi ladang bisnis yang sangat menguntungkan bagi sejumlah pihak. Tak terkecuali Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak yang akan digelar di 9 Provinsi dan 261 Kabupaten/ Kota pada 9 Desember 2020 mendatang.

Sekitar 6 bulan sebelum hari pencoblosan tiba, para Bakal Calon Kepala Daerah bersaing secara ketat untuk mendapatkan rekomendasi dari partai politik sebagai tiket untuk bertarung dalam Pilkada. Partai politik biasanya akan memperhatikan tingkat popularitas, elektabilitas dan kemampuan logistik dari bakal calon.

Salah satu caranya adalah dengan melihat persepsi publik terhadap nama-nama bakal calon. Bahkan, ada partai politik yang sengaja menggandeng 10 lembaga survei ternama agar tidak salah pilih dalam memberikan rekomendasi. Pun demikian dengan bakal calon yang rela menggelontorkan ongkos politik dalam jumlah yang fantastis demi sebuah rekomendasi.

Berdasarkan informasi yang diperoleh wartawan Threechannel dari salah satu tim Bakal Calon Kepala Daerah di Jawa Tengah, 2 (dua) lembaga survei ternama berinisial IB & LS memasang tarif Rp 1,8 Miliar sampai Rp 2 Miliar.

“Rate-nya (tarifnya) segitu,” ujar K alias W, Kamis (9/7/2020) malam.

Konon, dengan tarif sedemikian, lembaga survei sanggup memenuhi permintaan agar tingkat popularitas dan elektabilitas bakal calon berada pada posisi teratas dibanding nama-nama lainnya. Keuntungannya bagi bakal calon adalah peluang lebih besar untuk mengantongi rekomendasi dari partai politik. (ham)