Direktur Utama PT Krakatau Steel, Silmy Karim. (ist)

THREECHANNEL.CO – Sejak didirikan pada tahun 1970, PT Krakatau Steel (KRAS) yang merupakan produsen baja terbesar di Indonesia telah berkali-kali melakukan pergantian Direksi dan Komisaris. Bukannya membawa perubahan positif, PT Krakatau Steel justru menjadi perusahaan yang kerap merugi akibat membengkaknya biaya produksi. Bayangkan! Dalam kurun waktu Januari 1977 sampai Juni 1980, kerugian PT Krakatau Steel mencapai Rp 250 Miliar. Sungguh jumlah yang fantastis untuk saat itu.

Kini, wajah PT Krakatau Steel tidak lagi berkarat seperti dulu. Tangan dingin Silmy Karim yang menjabat sebagai Direktur Utama sejak tahun 2018, berhasil menyulap PT Krakatau Steel menjadi perusahaan yang bonafit. Sepanjang Triwulan I (Januari-Maret) 2020, PT Krakatau Steel membukukan laba sebesar Rp 1,08 Triliun, pertama kali dalam 8 tahun terakhir. Capaian ini tidak terlepas dari keberhasilan melakukan efisiensi dan peningkatan produktivitas karyawan melalui program optimalisasi kinerja. Dampaknya adalah penghematan biaya sebesar USD 130 Juta selama periode tersebut.

Baru sesaat mengecap manisnya hasil kerja keras, sudah harus berhadapan dengan Pandemi Covid-19 yang dampaknya melemahkan 50% pasar baja dan menenggelamkan hampir 90% BUMN. Namun, tantangan berat ini lagi-lagi mampu dilewati Silmy Karim dan jajarannya. Meski terjadi penurunan penjualan, PT Krakatau Steel tetap membukukan laba bersih Semester I 2020 senilai Rp 380,12 Miliar. Efisiensi pun tercermin dalam penurunan biaya operasional sebesar 27,5% dibandingkan periode yang sama tahun 2019.

“Di saat pasar baja meredup, industri sekarat dan perekonomian nasional maupun dunia mengalami guncangan dahsyat, bahkan 90% BUMN tenggelam, Silmy Karim berhasil membawa PT Krakatau Steel mencatatkan kinerja positif. Kalau mau melihat kemampuan seseorang, perhatikan bagaimana ia melewati masa-masa sulit. Ketika dia mampu melakukan hal-hal yang kebanyakan orang tidak bisa, barulah pantas disebut sebagai pemimpin yang punya kemampuan, benar-benar bisa bekerja,” ujar Direktur Eksekutif Haidar Alwi Institute (HAI), R Haidar Alwi menilai sosok Silmy Karim, Direktur Utama PT Krakatau Steel, Rabu (29/7/2020) malam.

Menurutnya, kinerja positif yang diraih PT Krakatau Steel menjadi bukti keberhasilan dalam melakukan restrukturisasi dan transformasi. Bahkan, restrukturisasi keuangan senilai total USD 2 Miliar adalah yang terbesar di Indonesia sehingga memicu penghematan sejumlah USD 685 Juta selama sembilan tahun ke depan. Sedangkan menyangkut transformasi bisnis, PT Krakatau Steel meraih rekor produksi tertinggi sepanjang masa, mengurangi Lead Time & Inventory Level, memperpendek siklus Conversion Cash, serta efisiensi biaya operasi.

“Kalau kita lihat kembali sejarahnya, PT Krakatau Steel sudah bermasalah sejak zaman Soeharto. Direksi dan Komisaris silih berganti tapi kinerja positif hanya sebatas mimpi. Tapi era kepemimpinan Silmy Karim di PT Krakatau Steel, kondisi berubah 180 derajat. Dari yang tadinya negatif sekarang menjadi positif, bahkan pada saat-saat masa sulit Pandemi Covid-19. Kalau boleh aku menilai, Silmy Karim merupakan Dirut terbaik sepanjang masa yang pernah memimpin PT Krakatau Steel,” tutur R Haidar Alwi.

Oleh karena itu, tidak berlebihan bila nama Silmy Karim lebih dari pantas untuk masuk dalam jajaran Kabinet Indonesia Maju Jokowi-Ma’ruf. Bila Presiden mencari talenta terbaik, putra bangsa yang benar-benar bisa bekerja, selaras dengan semangat Nawacita, Silmy Karim sangat layak dipertimbangkan. Kinerjanya bukan sebatas retorika tapi dibuktikan dengan kerja nyata.

“Beberapa waktu lalu sempat ramai bahwa Presiden Jokowi akan merombak kabinet atau melakukan reshuffle. Silmy Karim layak masuk dalam radar Presiden. Kemampuannya sudah teruji melewati masa sulit dan kerja nyatanya terbukti dari kinerja positif yang dicatatkan di PT Krakatau Steel. Bangsa dan negara kita membutuhkan orang-orang hebat seperti Silmy Karim agar perekonomian nasional bisa segera pulih, tidak terperosok dalam jurang krisis atau resesi,” pungkas R Haidar Alwi. (ham)