Ilustrasi demo orangtua siswa atau wali murid. (ist)

THREECHANNEL.CO – Ratusan orangtua siswa atau Wali Murid akan menggelar aksi unjuk rasa di depan Balaikota DKI Jakarta pada Selasa (23/6/2020) mulai pukul 09.00 WIB. Mereka bermaksud menyampaikan penolakannya terhadap Surat Keputusan (SK) Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta Nomor 501 Tahun 2020 yang dinilai lebih mengutamakan usia ketimbang prestasi anak terkait Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

“DKI Jakarta tidak mempunyai keadilan dalam konsep PPDB, karena anak-anak berprestasi akademik yang nilainya diatas 97 itu harus kalah dengan anak tanpa prestasi yang usianya lebih tua. Ingat lho tahun ini tidak ada Ujian Nasional,” ujar Yulia, Korlap Wilayah Jakarta Selatan, Senin (22/6/2020).

Karenanya, orangtua siswa meminta dihapuskannya SK Kadisdik DKI Jakarta Nomor 501 Tahun 2020 Tentang Petunjuk Teknis (Juknis) PPDB karena tidak sesuai dengan Permendikbud Nomor 44 Tahun 2019. Selain itu, mereka juga mendesak agar dikembalikannya aturan Jalur Zonasi berdasarkan jarak tempuh dari rumah ke sekolah dan nilai siswa.

“Pertanyaannya, kenapa siswa yang memiliki nilai akademis tinggi harus mengalah (baik keluarga mampu maupun tidak mampu)? Sehingga ada anekdot, kalau mau masuk sekolah negeri, nggak usah pintar-pintar. Cukup tinggal kelas beberapa tahun aja pasti dapat negeri.” Demikian narasi yang tertera dalam undangan yang beredar di kalangan wartawan, Senin (22/6/2020) malam.

Sebelumnya telah dilakukan pertemuan antara orangtua siswa dengan Gubernur & Wakil Gubernur yang dijembatani oleh Komisi E DPRD DKI Jakarta. Akan tetapi pertemuan tersebut tidak menghasilkan kesepakatan karena Pemprov DKI Jakarta tetap bersikukuh pada aturan yang telah dibuat agar anak-anak yang putus sekolah punya kesempatan masuk sekolah negeri. (ham)