Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto saat melaporkan perkembangan kasus Covid-19 di Graha BNPB, Jakarta, Rabu (10/6/2020). (Humas BNPB)

THREECHANNEL.CO – Pertambahan kasus baru pasien positif Covid-19 kembali mencapai puncaknya pada Rabu (10/6/2020) sebanyak 1.241 orang dibandingkan dengan kasus baru pada Selasa (9/6/2020) sejumlah 1.043. Sedangkan total kasus positif Covid-19 mengalami peningkatan dari 33.075 menjadi 34.316. Dengan demikian, persentase kenaikan kasus baru mencapai 19% dan persentase total kasus melonjak 3,75%.

Kabar baiknya, persentase total pasien sembuh meningkat 6,26% dari 11.414 orang menjadi 12.129. Artinya, persentase kenaikan pasien sembuh juga bertambah 40% dari 510 orang pada Selasa (9/6/2020) menjadi 715 orang pada Rabu (10/6/2020) setelah melewati dua kali uji spesimen. Selain itu, persentase pasien meninggal turun 10% dari 40 orang pada Selasa (9/6/2020) ke angka 36 orang pada Rabu (10/6/2020). Total pasien meninggal bertambah 1,88% dari 1.923 menjadi 1.959 orang.

Juru Bicara (Jubir) Pemerintah khusus Covid-19, Achmad Yurianto mengatakan bahwa peningkatan kasus positif Covid-19 dipicu oleh tracing yang agresif. Adapun penambahan kasus tersebut merupakan spesimen yang dikirim oleh Puskesmas atau Dinas Kesehatan di daerah, dan tidak didominasi dari hasil laporan rumah sakit. Upaya tracing yang agresif tersebut sejalan dengan arahan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebelumnya.

Adapun akumulasi data kasus tersebut diambil dari hasil uji pemeriksaan spesimen sebanyak 446.918 yang dilakukan menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) di 103 laboratorium, Test Cepat Melokuler (TCM) di 77 laboratorium dan laboratorium jejaring (RT-PCR dan TCM) di 204 lab. Secara keseluruhan, 287.476 orang telah diperiksa dan hasilnya 34.314 positif (kulumatif) dan 253.162 negatif (kumulatif).

“Ini adalah bukti, bahwa memang tracing yang agresif akan bisa menangkap begitu banyak kasus positif dan sudah barang tentu kita akan menginginkan kasus ini kemudian melakukan isolasi dengan sebaik-baiknya secara mandiri, agar tidak menjadi sumber penularan bagi orang lain,” ujar Achmad Yurianto di Graha BNPB, Jakarta, Rabu (10/6/2020).

Meskipun angka penambahan kasus positif masih terjadi dan meningkat, sebaran per provinsi sebagian besar sudah dalam kondisi stabil.

“Sebagai contoh Sumatera Barat, hari ini naik 14 pada angka yang kita bisa prediksikan, dengan kesembuhan 28. Kemudian, ada beberapa provinsi yang lain, sebagai contoh Gorontalo hari ini ada 6 kasus, tetapi 7 dilaporkan sembuh. Hal itu sekaligus menjadi kabar yang baik bahwa daerah-daerah yang lainnya sudah mulai bisa mengendalikan Covid-19 dengan baik. Sudah barang tentu inilah peran serta masyarakat keseluruhan,” tutur Achmad Yurianto.

Sementara itu, data provinsi 5 besar dengan kasus positif terbanyak secara kumulatif adalah mulai dari DKI Jakarta 8.503 orang, Jawa Timur 6.806, Jawa Barat 2.506, Sulawesi Selatan 2.383, Jawa Tengah 1.813 dan wilayah lain sehingga totalnya 34.316.

Berdasarkan data yang diterima Gugus Tugas dari 34 Provinsi di Tanah Air, Provinsi DKI Jakarta menjadi wilayah penambahan kasus sembuh tertinggi yakni 3.517 disusul Jawa Timur sebanyak 1.681 Jawa Barat 995, Sulawesi Selatan 757, Jawa Tengah 626 dan wilayah lain di Indonesia sehingga total mencapai 12.129 orang.

Selanjutnya Gugus Tugas merincikan akumulasi data positif Covid-19 lainnya di Indonesia yaitu di Provinsi Aceh 20 kasus, Bali 640 kasus, Banten 1.096 kasus, Bangka Belitung 123 kasus, Bengkulu 92 kasus, Yogyakarta 250 kasus.

Selanjutnya di Jambi 105 kasus, Kalimantan Barat 245 kasus, Kalimantan Timur 362 kasus, Kalimantan Tengah 537 kasus, Kalimantan Selatan 1.565 kasus, dan Kalimantan Utara 170 kasus.

Kemudian di Kepulauan Riau 228 kasus, Nusa Tenggara Barat 857 kasus, Sumatera Selatan 1.229 kasus, Sumatera Barat 659 kasus, Sulawesi Utara 546 kasus, Sumatera Utara 635 kasus, dan Sulawesi Tenggara 266 kasus.

Adapun di Sulawesi Tengah 159 kasus, Lampung 150 kasus, Riau 120 kasus, Maluku Utara 227 kasus, Maluku 315 kasus, Papua Barat 191 kasus, Papua 1.137 kasus, Sulawesi Barat 95 kasus, Nusa Tenggara Timur 105 kasus, Gorontalo 145 kasus dan dalam proses verifikasi lapangan 21 kasus.

Kemudian untuk jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang masih dipantau ada sebanyak 43.945 orang dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang masih diawasi ada 14.242 orang. Data tersebut diambil dari 34 provinsi dan 424 kabupaten/ kota di Tanah Air. (ham)