Politikus PDIP, Adian Napitupulu. (ist)

THREECHANNEL.CO – Direktur Eksekutif Haidar Alwi Institute (HAI), R Haidar Alwi merasa pesimis dengan kebijakan Menteri BUMN, Erick Thohir yang melakukan restrukturisasi besar-besaran di perusahaan pelat merah. Selama BUMN dijadikan ladang politik balas budi, ia tidak yakin Erick Thohir mampu membawa perubahan positif yang signifikan terhadap kinerja BUMN.

“Nampaknya bersih-bersih BUMN ala Erick Thohir hanya sebatas slogan semata. Praktik bagi-bagi jabatan terutama untuk posisi Komisaris BUMN masih tetap terjadi. Entah itu untuk kalangan politikus partai koalisi, relawan, timses dan bahkan titipan pejabat tertentu. Parahnya, ada juga pejabat TNI/ Polri aktif, jelas-jelas ini menabrak Undang Undang Nomor 2 Tahun 2002 Tentang Polri dan Undang Undang Nomor 34 Tahun 2004 Tentang TNI. Tapi gimana nggak jadi rebutan? Komisaris gajinya besar, fasilitas lengkap dan tak terikat jam kerja. Enak kan?” Demikian ujar R Haidar Alwi, Kamis (25/6/2020).

Oleh sebab itu, tokoh sentral Aliansi Relawan Jokowi (ARJ) ini meragukan mereka yang diberi jatah Komisaris BUMN memiliki kompetensi sesuai dengan bidang usaha perusahaannya. Padahal, Undang Undang Nomor 19 Tahun 2003 Tentang BUMN mensyaratkan Komisaris diangkat berdasarkan pertimbangan integritas, dedikasi, memahami masalah manajemen perusahaan, pengetahuan yang memadai di bidang usaha serta menyediakan waktu yang cukup bagi perusahaan.

“Walaupun sebagian memiliki kompetensi, tapi ini memberikan citra buruk bagi pemerintahan Pak Jokowi. Dari dulu sampai sekarang praktik semacam ini masih dipelihara. Bagi yang nggak masuk kabinet, mayoritas dikasih hadiah sebagai Komisaris BUMN. Ada BUMN yang semua Komisarisnya diisi relawan dan orang dekat Erick Thohir, misalnya Danareksa,” tutur R Haidar Alwi.

“Ada pula organ yang mendapat beberapa bahkan belasan jabatan Komisaris. Pospera & PENA98 Adian itu dapat belasan. Itu aja masih ribut-ribut. Bayangkan! Itu yang terdata, yang nggak terdata banyak karena Komisaris BUMN itu ribuan. Nanti aku kasih datanya. Makanya BUMN identik dengan tempat penampungan, lahan bancakan, balas budi, sapi perah dan lain sebagainya. Nggak heran BUMN bobrok, banyak yang rugi walau udah dapat suntikan dana,” imbuhnya.

Sesuai dengan komitmennya bersama ARJ, R Haidar Alwi akan terus mengawal Jokowi-Ma’ruf atas dasar kecintaannya kepada Presiden, bangsa dan negara serta terhadap rakyat Indonesia. Walau mendapat banyak kecaman lantaran bersikap kritis, ia sama sekali tidak gentar dan tetap berjuang dengan cara yang berbeda dari sebagian besar relawan.

“Selama untuk kebaikan, aku nggak takut dikecam, diancam atau dibilang pengkhianat. Kalau bagus ya aku apresiasi, tapi kalau tidak pasti aku kritisi. Aku fanatik tapi akal sehatku tetap jalan. Aku bukan tipe penjilat yang muji-muji agar diberi jabatan, bukan pula tipe yang ngambeg dan ngancam bubarin organ karena tidak dapat jabatan. Perjuanganku murni,” ungkap R Haidar Alwi.

Berikut Pengurus Organ Relawan yang mendapat hadiah sebagai Komisaris BUMN:

1. Andi Gani Nena Wea (Ketua Umum Relawan Buruh Sahabat Jokowi) – Komisaris PT Pembangunan Perumahan.
2. Mustar Bonaventura (Ketua Umum Pospera) – Komisaris Utama PT Dahana
3. Viktor S Sirait (Ketua Umum Bara JP) – Komisaris Waskita Karya
4. Kelik Wirawan Wahyu Widodo (Ketua Umum GK Jokowi) – Komisaris PP Properti
5. Dedy Mawardi (Sekjen Seknas Jokowi) – Komisaris Utama PTPN XI
6. Hilmar Farid (Pendiri Seknas Jokowi) – Komisaris Utama Perum PRNI
7. Andrinof Chaniago (Seknas Jokowi) – Wakil Komisaris Utama Bank Mandiri
8. Paiman Rahardjo (Ketua Umum Sedulur Jokowi) – Komisaris Independen PT Perusahaan Gas Negara (PGN)
9. Dyah Kartika Rini (Ketua Umum JASMEV) – Komisaris Danareksa
10. Sony Subrata (Pendiri JASMEV) – Komisaris Semen Indonesia
11. Teddy Wibisana (Ketua Umum Almisbat) – Komisaris Independen Indofarma
12. Osmar Tanjung (Pembina Almisbat) – Komisaris PTPN IV
13. Rizal Mallarangeng (Ketua Umum GoJo) – Komisaris Telkom

Sedangkan kawan-kawan Adian Napitupulu di Pospera & PENA 98 yang bertahta di kursi Komisaris BUMN antara lain:

1. Musyafaur Rahman, PENA98 – DPP Pospera (Perum DAMRI)
2. Hazhary, PENA98 – DPD Pospera Kepri (PT Persero Batam)
3. Mikael Jhonik, PENA98 – DPD Pospera Kalimantan Timur (PTPN XIII)
4. Mohammad Sopiyan, PENA98 – DPD Pospera Banten (PT Krakatau IT)
5. Katno, PENA98 – DPD Pospera Jawa Timur (PT Barata Indonesia)
6. Ranto Roy Rogers Simanjuntak, PENA98 – DPP Pospera (PT Perikanan Nusantara)
7. Mustar Bonaventura, PENA98 – DPP Pospera (PT Dahana)
8. Kiki Rizki Yoctavian, PENA98 – DPD Pospera Sumsel (PT Semen Baturaja)
9. Fendy Eventius Mugni, PENA98 – DPP Pospera (PT Hotel Indonesia Natour)
10. Marajohan Budiman Napitupulu alias Pion Pasmen, PENA98 – DPD Pospera DKI Jakarta (PT Yodya Karya)
11. Erwin Usman, PENA98 – DPD Pospera Sulawesi Tenggara (PT Wijaya Karya Bitumen)
12. Yervis M Pakan, PENA98 – DPP Pospera (PT Industri Kapal Indonesia)
13. Hasbi Lodang, PENA98 – DPD Pospera Sulawesi Selatan (sudah dicopot dari PTPN XIV)

(ham)