Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin berfoto bersama para Menteri Kabinet Indonesia Maju. (Kominfo)

THREECHANNEL.CO – Direktur Eksekutif Haidar Alwi Institute (HAI), R Haidar Alwi menyebut setidaknya ada 3 Menteri yang kebal terhadap reshuffle meskipun Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan perombakan pada Kabinet Indonesia Maju.

“Ketiga Menteri ini dalam tanda kutip punya Hak Imunitas, kebal reshuffle. Siapa saja mereka? Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan terakhir Menteri BUMN Erick Thohir,” ujar R Haidar Alwi, Selasa (30/6/2020).

Menurutnya, dari ketiga nama tersebut hanya Menteri PUPR Basuki Hadimuljono yang posisinya aman lantaran memiliki kinerja mentereng yakni dalam pembangunan infrastruktur kebanggan Presiden Jokowi. Sedangkan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto tidak akan tersentuh reshuffle karena terdapat deal-deal khusus dengan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.

“Sementara Menteri BUMN Erick Thohir adalah anak emasnya Presiden Jokowi di Kabinet. Perhatikan saja, saat negara sibuk menangani krisis sebagai dampak Pandemi Covid-19, Erick Thohir tetap sibuk dengan visinya sendiri melakukan restrukturisasi BUMN. Ultimatum Presiden Jokowi agar Menterinya fokus pada pemulihan dampak Pandemi Covid-19 tidak berlaku untuk Erick Thohir,” tutur R Haidar Alwi.

Begitu istimewanya ketiga Menteri ini, Presiden Jokowi bahkan menyatukan mereka dalam satu tugas khusus membangun kawasan food estate sebagai sentra ketahanan pangan nasional di Kalimantan Tengah. Padahal, berbicara mengenai pangan seharusnya tidak terlepas dari peran seorang Menteri Pertanian.

Sebelumnya, saat Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara pada Kamis (18/6/2020), Presiden Jokowi menegur para Menteri karena dinilai tidak becus menangani dampak Pandemi Covid-19 sehingga Indonesia dilanda krisis di berbagai bidang.

Padahal, negara telah memfasilitasi mereka dengan anggaran ratusan Triliun dan regulasi yang cukup. Dengan tekanan suara yang lebih tinggi dari biasanya, Presiden Jokowi tidak segan-segan akan mencopot Menteri hingga membubarkan lembaga. Apapun akan dilakukan Presiden Jokowi untuk 267 juta rakyat Indonesia termasuk mempertaruhkan reputasi politiknya. (ham)