Deddy Corbuzier (kanan) saat mewawancarai narapidana korupsi, Siti Fadilah Supari yang juga mantan Menteri Kesehatan. (Screenshot video YouTube Deddy Corbuzier)

THREECHANNEL.CO – Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Kementerian Hukum & HAM (Kemenkumham) memastikan bahwa wawancara Deddy Corbuzier terhadap Siti Fadilah Supari adalah ilegal dan melanggar aturan. Pasalnya, Deddy Corbuzier tidak meminta apalagi mengantongi izin dari Ditjen PAS untuk mewawancarai mantan Menteri Kesehatan yang kini berstatus sebagai narapidana korupsi.

“Tidak ada ijin wawancara alias ilegal. Bisa dibilang melanggar aturan karena seharusnya mewawancarai narapidana harus seizin Ditjen PAS, apalagi Deddy Corbuzier bukan insan pers,” ujar Rika Aprianti selaku Kepala Bidang Humas & Protokol Ditjen PAS, Sabtu (23/5/2020).

Oleh karena itu, saat ini pihaknya tengah melakukan penelusuran terkait pelanggaran yang dilakukan oleh Deddy Corbuzier dan Siti Fadilah Supari. Sedangkan terhadap tim yang bertugas melakukan penjagaan narapidana sudah pasti akan diberikan teguran.

“Sanksinya belum. Masih ditelusuri, Mas,” imbuh Rika Aprianti.

Sebelumnya, Deddy Corbuzier mengunggah video wawancara Siti Fadilah Supari ke dalam channel YouTube miliknya, Kamis (21/5/2020). Hingga Sabtu (23/5/2020), video berdurasi 25 menit dan 47 detik tersebut telah ditonton hingga 2,7 juta kali. Melalui wawancara itu, Siti Fadilah Supari blak-blakan mengenai Flu Burung, Virus Corona, Konspirasi WHO hingga kasus hukum yang menjeratnya.

Siti Fadilah Supari adalah Menteri Kesehatan era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang tersandung kasus korupsi pengadaan alat-alat kesehatan yang merugikan keuangan negara Rp 6,1 Miliar. Ia juga terbukti menerima gratifikasi berupa uang senilai Rp 1,9 Miliar. Akibatnya, Siti Fadilah Supari divonis 4 tahun pernjara, denda Rp 200 Juta atau subsider 2 bulan kurungan pada tahun 2017.