Screenshot video viral Habib Umar Abdullah Assegaf yang terlibat adu mulut dan adu fisik dengan petugas lantaran yang bersangkutan melanggar aturan PSBB. (ist)

THREECHANNEL.CO – Jagad media sosial tengah dihebohkan oleh video viral yang memperlihatkan insiden antara aparat gabungan dengan pengguna jalan raya yang diduga melakukan pelanggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Video viral tersebut sesungguhnya terdiri dari dua potong dengan durasi masing-masing 1 menit dan 30 detik serta 1 menit dan 23 detik. Namun, banyak pengguna media sosial yang mengunggah sebagian atau cuplikannya saja dengan narasi provokatif untuk menyudutkan salah satu pihak.

Dalam video pertama yang berdurasi 1 menit dan 30 detik, nampak seorang polisi dan seorang Satpol PP sedang memeriksa pengendara mobil Toyota Camry warna hitam N 1 B. Tiba-tiba seorang pria bergamis putih datang menghampiri dan berupaya menyingkirkan petugas agar menjauhi pengemudi.

Aparat kepolisian lantas memberikan penjelasan bahwa mereka sudah mengingatkan dengan baik-baik agar pengemudi dan penumpang mematuhi peraturan terkait PSBB. Akan tetapi pria bergamis putih tetap tidak terima hingga terlibat adu mulut dengan petugas.

“Bapak kita hormati. Bapak dengar baik-baik, saya sudah baik-baik. Saya udah bilang baik-baik, tolong, yang lain itu nurut Pak. Yang tidak pakai masker Pak, mulai sana dipake,” ujar seorang polisi.

“Penyakit itu orang yang tidak sembahyang,” jawab pria bergamis sembari berpaling mendorong Satpol PP yang sedang mengingatkan penumpang Toyota Camry warna hitam.

 

Belum selesai permasalahannya, pria bergamis kemudian memerintahkan pengemudi untuk memundurkan mobilnya agar segera bersama-sama meninggalkan lokasi. Namun, ia kembali terlibat perang kata-kata dan mendorong petugas yang meminta agar pria bergamis tidak emosi.

“Bapak jangan marah-marah. Jangan marah, petugas ini Pak. Ini ketentuan,” jelas petugas saling menimpali.

Sembari mendekati mobilnya, pria bergamis mengepalkan tangan ke arah petugas. Petugas yang melihat kelakukannya hanya merespon dengan senyum dan tertawa. Namun, pria bergamis kembali menyerang dan mendorong petugas hingga sempoyongan. Akibatnya, duel aksi saling balas antara pria bergamis dan Satpol PP tidak terhindarkan.

Petugas berusaha melerai keduabelah pihak, lalu meminta agar pria bergamis beserta pengemudi dan penumpang lainnya untuk meninggalkan lokasi. Tidak lupa petugas mengingatkan yang bersangkutan tentang aturan PSBB bagi pengguna jalan raya yang berasal dari luar kota.

 

Belakangan, diketahui bahwa pria bergamis adalah Habib Umar Abdullah Assegaf Bangil dari Pasuruan, pimpinan Majelis Roudhotussalaf.

Habib Umar Abdullah Assegaf Bangil, pimpinan Majelis Roudhotussalaf dari Pasuruan, Jawa Timur. (ist)

Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan insiden tersebut terjadi di check point PSBB di Exit Toll Satelit Surabaya pada Rabu (20/5/2020) sore.

Insiden berawal ketika petugas menghentikan mobil Toyota Camry warna hitam yang melaju dari arah Malang, dan keluar di Exit Toll Satelit Surabaya. Petugas melakukan pemeriksaan karena pelat mobil tersebut adalah N (Pasuruan), bukan L (Surabaya) dan W (Sidoarjo atau Gresik).

“Kedua, sopir tidak menggunakan masker. Ketiga, kapasitas (jumlah penumpang) melebihi empat orang,” kata Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko saat dikonfirmas, Kamis (21/5/2020).

Karena diketahui melanggar aturan PSBB yang berlaku di Kota Surabaya, maka petugas gabungan pun meminta pengemudi dan pemilik mobil agar berputar balik. Menurutnya, petugas telah meminta pemilik mobil berputar dengan cara baik-baik. Namun, cara humanis petugas direspons dengan kata-kata kasar.

Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko menjelaskan, di masa Pandemi Covid-19, semua elemen masyarakat harus memahami dan memaklumi pentingnya kedisiplinan aturan protokol kesehatan untuk mencegah penularan corona.

“Kedisiplinan melaksanakan protokol kesehatan harus menjadi tanggung jawab pribadi dan keluarganya,” ucapnya.