Muhammad Said Didu (kiri) dan Luhut Binsar Pandjaitan (kanan). (ist)

THREECHANNEL.CO – Muhammad Said Didu, mantan Staf Khusus Menteri ESDM era Sudirman Said, akan diperiksa Bareskrim Polri sebagai saksi dalam kasus dugaan pencemaran nama baik terhadap Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan.

Berdasarkan surat panggilan nomor S.Pgl/64/IV/Res.1.14/Ditipidsiber tanggal 28 April 2020, Muhammad Said Didu akan diperiksa oleh Penyidik pada Senin (4/5/2020) pukul 10.00 WIB.

“Ya benar. Kasus pencemaran nama baik,” ujar Brigjen Pol Argo Yuwono selaku Kadiv Humas Polri, Jumat (1/5/2020).

Surat panggilan dari Bareskrim Polri kepada Muhammad Said Didu. (ist)

Sebelumnya, berbekal Surat Kuasa Khusus tanggal 8 April 2020, Arief Patramijaya selaku kuasa hukum Luhut Binsar Pandjaitan melaporkan Muhammad Said Didu ke Bareskrim Polri. Muhammad Said Didu diduga melakukan pencemaran nama baik melalui media elektronik terhadap Menko Marves, Luhut Binsar Pandjaitan.

“Laporan dugaan tindak pidana pencemaran nama baik melalui media elektronik UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Pasal 35 ayat (3) jo Pasal 27 ayat (3), Penyebaran berita bohong UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP Pasal 14 ayat (1) dan/atau ayat (2) dan/atau Pasal 15, Penghinaan Pasal 310 dan 311 KUHP yang dilakukan oleh MUHAMMAD SAID DIDU,” tutur Arief Patramijaya dalam keterangannya.

Kasus ini bermula dari pernyataan Muhammad Said Didu dalam video berdurasi 22 menit dan 45 detik yang diunggah akun YouTube MSD dengan judul “MSD: Luhut Hanya Pikirkan Uang, Uang, Dan Uang”, 28 Maret 2020.

Jodi Mahardi selaku Juru Bicara Luhut Binsar Pandjaitan sempat meminta agar Muhammad Said Didu menyatakan permohonan maaf dalam kurun waktu 2 X 24 jam. Akan tetapi, hingga batas waktu yang ditentukan, Muhammad Said Didu tak kunjung memenuhi permintaan tersebut. Meski demikian, ia diketahui mengirimkan surat klarifikasi kepada Luhut Binsar Pandjaitan pada Selasa (7/4/2010).