Aksi kekerasan terhadap wartawan foto Media Indonesia saat meliput kebakaran Christ Cathedral di Gading Serpong, Kabupaten Tangerang, Senin (27/4/2020). (ist)

THREECHANNEL.CO – Direktur Eksekutif Haidar Alwi Institute (HAI), R Haidar Alwi mengutuk aksi kekerasan yang dilakukan sekelompok orang terhadap wartawan foto Media Indonesia saat meliput kebakaran Christ Cathedral di Gading Serpong, Kabupaten Tangerang, Senin (27/4/2020).

“Apa pun alasannya, kekerasan terhadap wartawan tidak dapat dibenarkan dan penuntasan kasusnya perlu kita dorong bersama-sama. Tujuannya adalah untuk memberikan efek jera dan menjadi pembelajaran bagi publik,” ujar R Haidar Alwi saat dimintai keterangannya, Senin (27/4/2020) siang.

Ia menyesalkan selama ini belum ada tindakan tegas dari aparat penegak hukum khususnya kepolisian dalam menangani kasus kekerasan terhadap wartawan karena para pelaku selalu bebas dari jerat hukum.

“Saya mohon polisi memproses dan mengadili pelaku kekerasan terhadap wartawan sebagaimana yang diatur dalam Undang Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers. Di dalamnya disebutkan menghalang-halangi kerja wartawan bisa diancam dengan pidana penjara paling lama 2 tahun dan denda paling banyak Rp 500 juta,” tutur R Haidar Alwi.

Sebagai informasi, seorang wartawan foto Media Indonesia berinisial R menjadi korban tindak kekerasan saat meliput kebakaran Christ Cathedral di Gading Serpong, Kabupaten Tangerang, Senin (27/4/2020).

R yang sedang mengabadikan momen petugas damkar memadamkan api di lantai dasar tiba-tiba dihampiri oleh 5-6 orang pemuda. Dengan kasarnya para pelaku meminta R untuk menghapus foto-foto hasil liputannya.

“Jadi saya masuk berdua sama temen saya, foto-foto di dalam. Tiba-tiba ada yang dateng minta apus foto enggak pake basa basi dulu, langsung dateng nanya mas ngapain, apus fotonya,” kata R dilokasi, Senin (27/4/2020).

“Saya gak bisa kalau hapus foto, mereka tetap maksa. Sampai kejadian saya dipiting,” imbuhnya.

Akan tetapi R tetap melindungi kamera yang dibawanya agar foto yang didapatnya tidak dirampas dan dihapus oleh para pelaku. Beruntung tidak ada luka yang diderita R, kameranya pun tidak mengalami kerusakan.

Namun, video dipitingnya R oleh pemuda berbadan besar beredar ramai di media sosial maupun di grup-grup wartawan. Bahkan dalam video terdengar cacian atau umpatan yang dilontarkan pelaku tersebut kepada R.

“Iya saya tadi adu mulut, terus ada makian fu*k off, fu*k y*u aja. Tapi saya takut lagi Corona malah saya dipiting-piting,” pungkas R.