THREECHANNEL.CO – Wabah Corona yang melanda di sejumlah negara termasuk Indonesia rupanya berdampak pada ekonomi masyarakat. Salah satunya di Kuta Provinsi Bali. Dimana terlihat di kawasan pariwisata, Kampung Turis yang dulu ramai pengunjung, kini terlihat sangat sepi bak kota mati. Berbeda dengan sebelum merebaknya Corona.

Sepinya kondisi ini diakui Bendesa Adat Kuta Wayan Wasista. Apalagi sesuai himbauan pemerintah bahwa aktivitas di luar rumah harus dibatasi. Bukan hanya warung. Namun tempat hiburan malam (dugem) juga tidak buka. Termasuk warga dan pedagang yang biasanya beraktivitas di Pantai Kuta tidak ada berani buka, karena sesuai imbauan pemerintah, objek wisata dan pantai ditutup.

“Walau ada aktivitas tak lain dari bersih-bersih dari karyawan restauran maupun Pub yang berharap kondisi akan pulih kembali seperti sediakala,” ujarnya.

Di Jalan Legian yang biasanya hiruk-pikuk dengan aktivitas juga tampak lengang. Demikian juga Gang Popies II, jàlan Benesari yang biasa ramai wisatawan backpackers, kondisinya tak kalah sepi.

Penuturan dari seorang pedagang yang tak tahu harus bagaimana caranya untuk bertahan hidup dikondisi seperti sekarang ini hanya pasrah dan berdoa agar badai cepat berlalu.

“Parah mas, jualan tidak seperti dulu, skrg ini dapat pelaris aja kita sudah bersukur, itupun cukup buat makan keluarga,” jelas pria yang sudah 10 tahun jualan handy craft.(Kkm)