Kolase screenshot video viral pelecehan seksual oleh pelajar SMA. (Twitter)

THREECHANNEL.CO – Sebuah video tentang aksi pelecehan secara berjama’ah terhadap seorang siswi SMA, beredar luas dan viral di media sosial. Ironisnya, aksi bejat itu dilakukan di dalam ruang kelas yang seharusnya digunakan sebagai tempat belajar-mengajar.

Dalam video berdurasi kurang dari satu menit tersebut, terlihat 4 (empat) orang pelaku berbagi tugas memegangi kaki dan tangan korban. Para pelaku ini terdiri dari 3 (tiga) orang laki-laki dan 1 (satu) orang perempuan.

Korban yang meronta-ronta dengan kondisi mulut dibekap, berusaha sekuat tenaga melepaskan diri dari para pelaku. Namun kekuatan yang tidak sebanding membuat korban harus pasrah tatkala organ intimnya digerayangi satu per satu. Respon perlawanan yang diberikan korban justru semakin membuat para pelaku semakin menjadi-jadi.

Aksi biadab ini kemudian menuai kecaman dari warganet dan meminta agar pihak terkait dapat mengusut tuntas kasus tersebut dan para pelaku segera tertangkap untuk diberikan sanksi yang setimpal.

“Apapun alasannya mau bercandakah mau di-bully-kah tapi tidak sepantasnya harga diri wanita dilecehkan macam ini. Semoga pelakunya cepat ketangkap. Mohon pihak yangg berwajib segera selidiki 👇@Kemendikbud_RI @TMCPoldaMetro @KomnasPerempuan @DivHumas_Polri,” tulis akun Twitter @Aryorasetyo85 menyertai unggahan video yang telah ditonton hampir 245 ribu kali, Senin (9/3/2020) pukul 17.23 WIB.

“Jangan ada materai, jangan cuma minta maaf terus selesai urusan!! Sakit benget njir liat cewe dilecehin keq gitu Ya Allah. Sakit semua tuh oknum2 pelajar yang ada di video. Astagfirullahaladzim!! Semoga ada keadilan buat korban. Aamiin,” timpal @arscyj_917.

“@KPAI_official dari pada bahas sperma…tunjukin kemampuan komisioner buat tuntasin mslh ini….tamparan buat kalian nih,” balas @marzochi8518.

Screenshot Twitter.

Warganet pun lantas mengerahkan kemampuan intelijennya untuk mencari tahu lokasi kejadian. Berdasarkan logat dalam video, diduga kuat pelecahan berjama’ah tersebut dilakukan di sebuah SMA di Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara.

Kepala Dinas Pendidikan Sulut melalui Kepala Bidang (Kabid) SMA, Arthur Tumipa berjanji pihaknya segera menindaklanjuti informasi yang disampaikan di media sosial terkait video yang dimaksud. Baik lokasi sekolah maupun siswa-siswi yang ada dalam video. Menurutnya, perbuatan biadab seperti demikian tidak bisa dibiarkan begitu saja.

“Kita akan menindaklanjuti dengan mengecek di setiap kepada-kepala cabang dinas, jadi kita ada empat cabang di Bolaang Mongondow, kita akan telusuri. Kalau dibiarkan bisa berbahaya, jadi kalau sudah tahu dari sekolah dan siswanya, kami akan tindak lanjuti,” kata Arthur Tumipa.

“Ini perbuatan yang sangat tidak terpuji. Dan jika terjadi trauma kepada korban, kami akan minta pendampingan dari profesional. Jadi kinerja kepsek akan dinilai. Hal seperti ini sudah sering diingatkan ketika musyawarah kepala-kepala sekolah terkait hal seperti itu,” pungkasnya.