Rapid Test Kit Virus Corona Baru (Covid-19). (ist)

THREECHANNEL.CO – Pemerintah Indonesia telah mendatangkan sebanyak 150 ribu unit dari target 1 juta unit rapid test kit atau alat uji infeksi Virus Corona Baru (Covid-19) terhadap tubuh manusia. Alat tes tersebut akan didistribusikan ke seluruh penjuru tanah air dengan pertimbangan berdasarkan risiko yang dihitung dari jumlah pasien dalam penanganan di masing-masing wilayah.

Namun, di tengah tingginya kebutuhan masyarakat dengan keterbatasan alat yang tersedia, DPR RI malah meminta prioritas pemeriksaan. Indra Iskandar selaku Sekjen DPR RI mengatakan bahwa sebanyak 575 anggota DPR RI akan menjalani tes pada Kamis hingga Jumat pekan ini.

Tidak tanggung-tanggung, setiap anggota DPR RI diperbolehkan memboyong keluarga besarnya untuk mengikuti tes tersebut. Dengan prediksi masing-masing anggota DPR RI mendapat jatah minimal 4 alat tes (keluarga inti) maka diperkirakan terdapat 2,3 ribu orang yang akan turut serta.

“Kan jumlah anggota dewan 575 kalau kali 4 saja (keluarga), rata-rata sekitar di atas 2 ribu keseluruhan dengan pembantu dan driver barang kali. Kami baru menunggu alatnya, besok baru sampai di DPR. Jadi kami perkirakan rapid test anggota DPR akan dilakukan sekitar Kamis atau mulai Jumat ini,” ujar Indra Iskandar saat dihubungi wartawan, Senin (23/3/2020).

Menurutnya, rapid test terhadap anggota DPR RI dan keluarga besarnya akan dilakukan di ruang serba guna Komplek Rumah Dinas DPR RI di Kalibata dan Ulujami. Tes tidak dilakukan dari rumah ke rumah mengingat jumlah tenaga medis yang terbatas.

Nantinya, anggota dewan yang dinyatakan negatif akan dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan vaksin anti flu dan pneumonia. Sedangkan bagi yang positif, akan langsung ditangani sesuai prosedur penanganan Virus Corona Baru (Covid-19).

“Kita tenaga medis di kita 4 dokter dan 4 para medis. Enggak (rumah ke rumah) di ruang serba guna karena mindah-mindahin alatnya terlalu lama, nanti makan waktu,” ucap dia. Jadi yang kita lakukan itu rapid test kalau itu negatif langsung dirujuk ke beberapa rumah sakit untuk divaksin anti flu dan anti pneumonia. (Dan yang positif) kita pada rumah sakit rujukan, kita sudah sampaikan nanti akan ditangani sesuai prosedur penanganan virus,” pungkas Indra Iskandar.