Ilustrasi Vaksin Virus Corona. (ist)

THREECHANNEL.CO – Pemerintah Indonesia diminta untuk segera menemukan vaksin atau obat-obatan dalam rangka mengantisipasi perluasan dampak Wabah Virus Corona (COVID-19). 

Hal itu disampaikan Ketua Umum DPN Gepenta, Brigjen Pol (Purn) DR Parasian Simanungkalit menanggapi dua pasien asal Depok, Jawa Barat yang dinyatakan positif terjangkit Virus Corona, Senin (2/3/2020).

“Jangan hanya mengumumkan, menyiapkan rumah sakit dan tenaga medis, tapi juga harus siap dengan vaksin atau obatnya. Pemerintah harus mengerahkan para ilmuwan dalam negeri untuk menemukan vaksin dan obat khusus Virus Corona dengan cepat, salah satunya seperti yang dilakukan oleh Israel,” ujar Brigjen Pol (Purn) DR Parasian Simanungkalit.

Ia juga meminta agar pemerintah maupun masyarakat tidak menebar isu, pernyataan apapaun terkait Virus Corona yang dapat menimbulkan kepanikan dan ketakutan mendalam, baik di media sosial atau di dunia nyata.

“Siapapun yang menyebarkannya harus ditindak secara hukum karena membuat keresahan, apalagi kalau sampai menyebarkan berita bohong atau hoax Virus Corona,” tuturnya.

Terkait vaksin dan obat-obatan khusus Virus Corona, Direktur Utama PT Bio Farma (BUMN), Honesti Basyir mengatakan bahwa pihaknya membutuhkan waktu yang tidak sebentar, mulai dari proses riset sampai barang jadi yang dikomersilkan.

“Rata-rata membuat vaksin baru dari proses riset sampai dengan produk jadi yang dikomersialkan itu membutuhkan waktu hingga 15 tahun. Kita bekerja sama dengan lembaga-lembaga riset yang mungkin sudah sampai pada tahapan proses tertentu dalam pembuatan vaksin baru. Jadi kita tidak perlu lagi memulai proses dari awal,” kata Honesti Basyir.

Jika Indonesia membutuhkan waktu sekitar 15 tahun untuk menemukan vaksin dan obat-obatan khusus Virus Corona, maka Israel mengklaim dapat menyediakannya dalam kurun waktu 90 hari saja.

“Kami sudah berada di tengah-tengah proses dan mudah-mudahan dalam beberapa minggu kami akan memiliki vaksin. Ya, dalam beberapa minggu, jika semuanya berhasil, kami akan memiliki vaksin untuk mencegah coronavirus,” ujar Dr. Chen Katz, pemimpin kelompok bioteknologi MIGAL (Institut Penelitian Galilea), dikutip dari The Jerussalem Post.