Direktur Eksekutif Haidar Alwi Institute (HAI), R Haidar Alwi. (ist)

TAJUK OPINI

WARGA DKI JADI TUMBAL AMBISI BIADAB GABENER (ME)RASA PRESIDEN

OLEH : HAIDAR ALWI INSTITUTE (HAI)

THREECHANNEL.CO – Jauh sebelum Virus Corona (Covid-19) masuk ke Indonesia, Pemerintah Pusat di bawah komando Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah berupaya mencegah dan menanggulangi dampak Virus Corona (Covid-19).

Mulai dari evakuasi WNI di Kota Wuhan, observasi di Natuna hingga dipulangkan kepada keluarganya masing-masing di tanah air. Demikian pula dengan ABK Kapal World Dream dan Diamond Princess yang telah menjalani observasi di Pulau Sebaru, Kepulauan Seribu. Kesuksesan ini menjadi pertanda keseriusan dan kepedulian pemerintah terhadap kesehatan maupun keselamatan warganya.

Tatkala Epidemi Covid-19 berkembang menjadi Pandemi, dari hanya menyerang satu negara hingga menyebar ke berbagai belahan dunia, Presiden Jokowi dengan kerja senyapnya mampu meredam dan mengendalikan situasi. Petaka pun dimulai setelah dua WNI yang berdomisili di Depok, Jawa Barat, dinyatakan positif terinfeksi Covid-19 lantaran tertular WNA asal Jepang dalam sebuah pesta dansa.

Sejak saat itu, Covid-19 menjadi bahan perbincangan utama mengalahkan mega skandal korupsi Jiwasraya dan BUMN lainnya. Media pun berlomba-lomba memberitakannya, identitas pasien diekspos tanpa rasa bersalah, hoax merajalela, kepanikan terjadi di mana-mana, masyarakat berburu masker dan hand sanitizer, menimbun dan menjualnya dengan harga tinggi, sembako diborong sebanyak mungkin sampai harga di pasaran membumbung tak terkendali.

Ironisnya, saat Jokowi berjuang meredam kepanikan massal tersebut, sekelompok elite malah menebar teror ketakutan seolah-olah Virus Corona adalah malaikat maut yang segera datang mencabut nyawa setiap orang. Sungguh tidak berperikemanusiaan apalagi punya akal budi dan empati, karena di tengah Pandemi Virus Corona mereka sibuk mencari panggung utama demi kepentingan politik ambisi berkuasa semata.

Rakyat ditakut-takuti dengan segala kelicikan bagai tak punya hati. Gabener tampil di depan kamera merasa dirinya Presiden untuk kemudian membuat pengumuman bahwa situasi sedang genting. Di sisi lain, jajarannya sibuk menyiapkan strategi untuk meraup pundi-pundi Rupiah dengan bisnis masker harga tinggi. Untung saja masyarakat protes, Jokowi turun tangan agar aparat kepolisian bertindak cepat mengatasinya.