Pelajar SMK Master Indonesia yang Nyambi berjualan tisu di JPO Pondok Cina, Depok, Jawa Barat. (ist)

THREECHANNEL.CO – Anggaran pendidikan yang jumlahnya mencapai ratusan Trilliun Rupiah setiap tahunnya, tak kunjung dapat dinikmati secara merata oleh seluruh rakyat Indonesia.

Padahal, sudah hampir 75 tahun Indonesia merdeka. Akan tetapi kemerdekaan yang sesungguhnya sesuai amanat UUD 1945 terutama di bidang pendidikan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa masih jauh dari harapan.

Perjuangan berat untuk mendapatkan pendidikan tidak hanya dirasakan oleh mereka yang tinggal di pelosok negeri. Masalah yang sama pun juga dirasakan oleh mereka yang tinggal di perkotaan.

Ada yang harus menempuh perjalanan berkilo-kilo meter, tidak punya seragam maupun perlengkapan lainnya, hingga bertaruh nyawa untuk sampai ke sekolah, merupakan “seuprit” kisah dari anak-anak desa.

Sedangkan dari megahnya kota besar, juga menyimpan banyak kisah mengharukan tentang perjuangan anak bangsa untuk bersekolah. Masih ingat dengan Karim, bocah SD yang harus bolak-balik Kemayoran-Depok naik KRL tanpa sepatu? 

Beruntunglah Karim yang akhirnya mendapat perhatian pemerintah hingga diajak terbang oleh Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto pada 2019 silam. Lalu, bagaimana dengan mereka yang luput dari sorotan dan perhatian pemerintah?

Dunia maya kembali dibuat terhenyak oleh kisah seorang pelajar SMK yang rela berjualan tisu demi menyambung hidup keluarganya sekaligus untuk melanjutkan pendidikan. 

Kisah dan fotonya pertama kali diunggah oleh akun Facebook Fathur Rahman pada Jumat (14/2/2020) pukul 21.23 WIB. Ia menceritakan bahwa malam itu dirinya melewati Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di sekitar Stasiun Pondok Cina.

Spontan matanya tertuju pada seorang remaja yang berpakaian putih abu-abu dengan raut wajah penuh harap menawarkan tisu kepada setiap pejalan kaki yang lewat di hadapannya.

Merasa terketuk hatinya, Fathur Rahman lantas mendekati remaja tersebut dan mengajaknya berbincang. Rupanya remaja penjual tisu merupakan seorang siswa Kelas 1 SMK Master Indonesia, Depok, Jawa Barat.

“Ga sengaja baru aja malem ini jam 8 gua lewat pondok cina dari gramed itu kan mau ke stasiun kan nyebrang lewat jpo, dan di jpo itu ada yg jual tisu anak cowo smk kelas 1 jam segitu masih jualan buat doi ongkos balik ya gua pribadi si ngerasa kesentuh liat raut mukanya, dengan harga tisu goceng ya gua beli lah buat bantu dan gua tanya,” tulis akun Facebook Fathur Rahman.

Remaja yang tidak diketahui namanya itu mengaku berjualan tisu setiap pulang sekolah hingga malam datang menjelang. Keuntungan yang diperolehnya, digunakan untuk uang makan, ongkos dan bila tersisa diserahkan kepada ibunya di rumah. Ia mengatakan hanya tinggal berdua dengan sang ibu di daerah Sawangan, Depok, Jawa Barat.

“Jleb disitu gua ngerasa emang bener di dunia ini masih banyak yg kurang beruntung dari kita, padahal kita sendiri masih aja merasa kurang dengan apa yang kita jalanin. in real life lu bakal banyak ketemu dengan orang seperti dia itu susahnya buat survive dikehidupan khalayak ini,” lanjut Fathur Rahman.

“Buat temen2 yg lewat jpo pocin baik yg pulang kerja atau ngampus sempetkanlah kalo punya uang lebih tolong sedikit rezekinya buat bantu anak tersebut. bantu share ya usahanya buat keluarganya thank you!” Demikian Fathur Rahman mengisahkan.