THREECHANNEL.CO – Seorang penumpang pesawat Lion Air mengungkapkan kekecewaannya lantaran harus kehilangan penerbangan dari Balikpapan ke Jakarta. Hal itu dialami oleh Doni Herdaru Tona, Pendiri sekaligus Ketua Animal Defenders Indonesia, Kamis (13/2/2020).

Ia dijadwalkan terbang dari Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Sepinggan, Balikpapan menuju Bandara Soekarno Hatta pada pukul 06.00 dengan pesawat Lion Air JT-0763.

Dalam rencana penerbangan tersebut, Doni Herdaru Tona membawa seekor hewan peliharaan berupa anjing. Dengan demikian, dirinya harus melewati prosedur di Unit Pelayanan Karantina Hewan, Ikan & Tumbuhan Balai Karantina Pertanian.

Screenshot status WhatsApp Doni Herdaru Tona. (ist).

Namun satu jam sebelum jadwal keberangkatan, tak satu pun petugas Balai Karantina Pertanian yang berada di ruang kerjanya. Doni Herdaru Tona pun mencoba berpikiran positif dan mencoba menunggu. Akan tetapi hingga pukul 05.30, petugas tak kunjung datang hingga akhirnya sang penyelamat hewan itu terpaksa harus kehilangan penerbangannya.

“Udah sampai, udah check in. Petugas karantina belum ada yang di kantornya alias belum buka. Nggak bisa boarding. Disarankan ditinggal Si Unyu (panggilan hewan peliharaannya) biar dijemput orang. No, never will I leave my dogs. I Will stay with unyu,” ujar Doni Herdaru Tona.

“Balai Karantina Bandara Sepinggan buka jam berapa? Saya flight jam 06.00. Sedari jam 05.00 belum ada petugas. Haruskah saya kehilangan flight saya hanya karena petugas pada belum stand by di kantornya?” Imbuhnya.

Benar saja, Doni Herdaru Tona dengan sangat kecewa harus kehilangan penerbangannya gara-gara buruknya budaya kerja atau pelayanan publik Balai Karantina Pertanian Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Sepinggan, Balikpapan.

“(Tiket) sia-sia karena petugas nggak ada di posnya,” tutur Doni Herdaru Tona.

Ia pun terpaksa mengambil penerbangan berikutnya pada pukul 11.35 dengan membeli tiket baru.

Tiket hangus Doni Herdaru Tona. (ist).