THREECHANNEL.CO – Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Utara melalui Satuan Pelaksana Lingkungan Hidup Kec. Penjaringan terus berinovasi. Selain gencar melakukan sosialisasi soal ingub 107. pihaknya juga merubah sebagian lahan dengan luas 45 meter di Dipo Moa Pejagalan menjadi ramah lingkungan.

Diungkapkan Kepala Satuan Pelaksana (Kasatpel) Lingkungan Hidup Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara , Matsani mengungkapkan, awal pembuatan taman itu ketika melihat tumpukan karung milik para pemulung yang memenuhi area itu.

“Kita melihat tumpukan karung para pemulung yang menghiasi area itu. Sehingga tidak sedap dipandang mata. Makanya, kita ubah area itu menjadi taman tanam,” ungkapnya ketika dihubungi threechannel.co, Minggu(9/2/2020).

Matsani juga mengatakan, dalam pembuatan taman mini di area Dipo Moa juga, pihak telah berkoordinasi dengan pihak pertamanan kecamatan penjaringan.

Nantinya kedepan, dipo-dipo pembuangan sampah yang ada di Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara akan dibuatkan taman untuk tanam pohon.

“Baru kita terapkan di Dipo Moa, saya juga ingin terapkan di dipo-dipo lainnya yang ada di kecamatan,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Pemerintah Kota Administras Jakarta Utara, Hariyadi mengapresiasi langkah Satuan Pelaksanan Lingkungan Hidup Kecamatan Penjaringan mengubah Dipo Moa menjadi tempat pembuangan sampah yang ramah lingkungan.

“Upaya yang dilakukan Satpel LH Penjaringan adalah dalam rangka penataan depo menuju dipo yang ramah lingkungan,” ucapnya.

Ia sangat mendukung upaya Satpel LH penjaringan dalam berinovasi menjadikan Dipo-dipo yang ada di Jakarta Utara menjadi dipo yang ramah lingkungung.” Ya,” tambah kasudin.

Kedepan ia berharap, bukan hanya Dipo Moa saja yang menjadi dipo ramah lingkungan. Tetapu seluruh dipo-dipo yang ada di Jakarta Utara harus ramah lingkungan.(YK)