Raja Djipang, PRA Barik Barliyan Surowiyoto. (ist)

THREECHANNEL.CO – Raja Djipang, Pangeran Raja Adipati (PRA) Barik Barliyan Surowiyoto, SH mengingatkan kembali janji Kepala Dinas Perhubungan, Pariwisata, Kebudayaan, Komunikasi dan Informatika (DPPKKI) Kabupaten Blora, terkait rencana penataan Situs Makam Gedong Ageng yang diyakini sebagai bekas Keraton Djipang di Desa Djipang, Kecamatan Cepu.

Kepala DPPKKI Kabupaten Blora saat itu (2014), Slamet Pamuji, melalui Kepala Bidang Kebudayaan, Suntoyo, mengatakan bahwa penataan Situs Makam Gedong merupakan salah satu program yang akan diprioritaskan ke depannya.

“Nama Blora dan Keraton Djipang saat ini sudah mendunia, tinggal siap-siap saja nanti di datangi para wisatawan mancanegara. Inilah waktunya untuk segera mewujudkan janji penataan kembali Kawasan Keraton ipang yang sudah enam tahun belum terealisasi. Semoga tahun 2020 ini sudah bisa dimulai penataannya agar dapat menjadi kawasan wisata budaya. Apalagi sebentar lagi ada Bandara Blora yang lokasinya hanya tiga kilometer dari desa Djipang,” ujar PRA Barik Barliyan Surowiyoto Sabtu (31/1/2020) melalui pesan singkatnya.

Dokumentasi Keraton Djipang. (ist)

Ia juga berharap agar nama “Pangeran Arya Penangsang” dapat diwujudkan menjadi nama Bandara Blora. Seperti bandara-bandara di daerah lain yang memiliki latarbelakang sejarah kerajaan semua menjadikan nama rajanya menjadi nama bandara, seperti Sultan Hasanuddin di Makassar, Trunojoyo di Sumenep, Sultan Badaruddin di Palembang, dan lain-lain.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Bidang Kebudayaan DPPKKI Kabupaten Blora, Suntoyo, ketika itu menekankan pentingnya penataan Situs Makam Gedong karena diyakini dahulunya merupakan bangunan Keraton Djipang.

“Sejumlah petani di sekitar Situs Makam Gedong pernah menemukan beberapa tumpukan batu bata yang diduga bagian dari bangunan Keraton Kadipaten Jipang,” tutur Suntoyo, Sabtu (4/1/2014).

Menurutnya, Situs Makam Gedong adalah salah satu kawasan cagar budaya yang ada di Blora. Di tempat itu terdapat makam keluarga atau kerabat Adipati Arya Penangsang.

Untuk melestarikan kawasan tersebut, Pemkab Blora membangun sarana dan prasarana pendukung agar warga bisa nyaman ketika mengunjungi tempat tersebut. Sarana dan prasarana itu diantaranya paseban, joglo, mushala dan tempat wudhu.

Gedung Suryo Kencono Hadiningrat yang dibangun di tempat itu, diresmikan penggunaannya oleh Bupati Djoko Nugroho, Kamis (2/1/2014) malam.

Peresmian gedung dimeriahkan dengan sejumlah acara seremonial. Diantaranya kirab, pemotongan buntal, pementasan Tari Serimpi Gondo Kusumo serta Wisuda Wargo Kinurmat Tuwin Wargo Pinilih Jipang Dening Juru Pangrumat. 

Tak hanya itu. Peresmian gedung disemarakan pula dengan pagelaran wayang kulit, dengan lakon Semar Bangun Khayangan Oleh Ki Dalang Sutarno dari Bapangan-Kradenan yang juga Manten Kades Mendenrejo.

Suntoyo mengungkapkan, Keraton Djipang diduga mengalami kerusakan pada saat penjajahan. Bagian bangunan utama diyakini terkubur di dalam tanah.

Setelah ratusan tahun berselang, sejumlah petani yang akan menanam tanaman ditempat itu menemukan beberapa tumpukan batu bata saat menggali tanah.

“Dari situlah dinyakini di Situs Makam Gedong terdapat Keraton Djipang,” ungkapnya.