THREECHANNEL.CO – Pesona artis Nikita Mirzani tak hanya menjadi magnet dan menghipnotis mata kaum pria, tapi juga meluluhkan hati Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan.

Sempat merasakan dinginnya ‘Hotel Prodeo’ Polres Metro Jakarta Selatan selama tiga hari, Nikita Mirzani akhirnya diperbolehkan kembali ke rumahnya.

Adalah Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan yang menangguhkan penahanan terhadap Nikita Mirzani setelah menerima pelimpahan berkas perkara pemeriksaan dan barang bukti kasus dugaan penganiayaan dan KDRT terhadap mantan suaminya, Dipo Latief.

Jaksa secara resmi menjadikan Nikita Mirzani sebagai tahanan kota pada Senin (3/2/2020) atas sejumlah pertimbangan, di antaranya terdapat penjamin dari pengacara dan beberapa teman dekatnya.

“Berdasarkan pertimbangan penuntut umum, yang bersangkutan (Nikita Mirzani) dalam penahanan kota. Ada pula pertimbangan kemanusiaan karena yang berangkutan (Nikita Mirzani) adalah single parent, ada anak yang masih membutuhkan ibunya. Itu subjektifnya,” ujar Andi Ardhani selaku Kepala Seksi Intel Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, Senin (3/2/2020) petang.

Sedangkan pertimbangan objektifnya adalah Nikita Mirzani bisa ditahan karena pasal yang disangkakan adalah penganiayaan. Ia disangkakan melanggar Pasal 351 jo Pasal 335 KUHP terkait penganiayaan terhadap Dipo Latief, mantan suaminya.

Jika terbukti melakukan penganiayaan, Nikita Mirzani terancam hukuman 5 tahun penjara.

“Pasal penganiayaan itu bisa dilakukan penahanan,” katanya.

Nikita Mirzani juga disangkakan melakukan atau membiarkan sesuatu, dengan memakai kekerasan, atau dengan memakai ancaman kekerasan, baik terhadap orang itu sendiri maupun orang lain.

“Saudari NM (Nikita Mirzani) harus wajib lapor. Dia menjadi tahanan kota yang harus tetap berada di kota ini, nggak boleh keluar kota,” pungkasnya.