PT Asuransi Jiwa Sequis Life. (ist)

THREECHANNEL.CO – PT Asuransi Jiwa Sequis Life akhirnya memberikan klarifikasi terkait gugatan yang dilayangkan salah satu ahli waris nasabahnya. Adalah Supriatin (40), warga Kelurahan Pela Mampang, Kecamatan Mampang Prapatan, selaku istri sah dan ahli waris dari Muhamad Yamani (almarhum), yang menggugat PT Asuransi Jiwa Sequis Life dan Bank Danamon ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan karena klaim kematian suaminya ditolak.

Berikut klarifikasi atau “Hak Jawab” PT Asuransi Jiwa Sequis Life :

Kepada Yth.
Bapak / Ibu Redaksi threechannel.co
Di tempat

Hal: Surat Jawaban PT Asuransi Jiwa Sequis Life atas Berita di threechannel.co

Dengan hormat, menindaklanjutkan berita yang dimuat di threechannel.co pada 29 Januari 2020 yang berjudul “Tolak Klaim Nasabah, Sequis Life & Bank Danamon Digugat ke Pengadilan” maka kami bermaksud menyampaikan pernyataan balasan kami, yaitu bahwa klaim asuransi Ibu Supriyatin dengan Tertanggung almarhum Muhammad Yamani tidak dapat kami bayarkan karena tidak sesuai dengan ketentuan pada polis asuransi.

Mengenai penjelasan detail perihal penolakan tersebut telah kami sampaikan kepada kuasa hukum beliau melalui surat resmi yang dikirimkan oleh kantor pusat PT Asuransi Jiwa Sequis Life (Sequis) tertanggal 11 Oktober 2018 bahwa terdapat pernyataan yang tidak benar terkait kondisi kesehatan Tertanggung yang disampaikan pada Surat Permintaan Asuransi yang diajukan pada 4 Juli 2017.

Dalam hal ini terbukti bahwa Tertanggung memiliki kondisi penyakit yang sudah terdiagnosis sejak sebelum menjadi nasabah yaitu Diabetes Melitus dan sangat disayangkan, kondisi penyakit itu tidak dinyatakan di awal pengajuan. Hal ini menyebabkan klaim tidak bisa dibayarkan.

Baik secara lisan ataupun tertulis kami selalu menghimbau para nasabah/calon nasabah untuk selalu menginformasikan dengan jujur perihal riwayat penyakit saat melakukan pengisian SPA (Surat Permintaan Asuransi). Pemegang Polis juga diberikan kesempatan untuk mempelajari polis dan mengetahui kesesuaian isi polis dengan produk yang dibeli. 

Dengan demikian, Pemegang Polis telah memahami bahwa keputusan yang diberikan oleh perusahaan asuransi adalah berdasarkan pada ketentuan yang terdapat dalam Polis Asuransi.

Sequis sebagai perusahaan asuransi jiwa dan kesehatan yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan selalu menjalankan hak dan kewajiban sesuai prosedur dan peraturan yang berlaku. 

Kami senantiasa menganjurkan kepada semua nasabah Sequis agar memeriksa kembali isi Polis Asuransi dan memperhatikan kesesuaian isi polis dengan kesepakatan dalam Surat Permintaan Asuransi (SPA), termasuk juga mengetahui syarat umum dan khusus serta informasi lainnya yang tercantum pada polis.  

Kami juga menyarankan kepada nasabah untuk memanfaatkan layanan nasabah dengan mengubungi Sequis Care di nomor (+62-21)-2994 2929 atau melalui e-mail ke care@sequislife.com agar mendapatkan informasi sejelas-jelasnya terkait polis.

Demikian yang dapat kami sampaikan. Besar harapan kami Bapak/Ibu Redaksi berkenan memuat hak jawab kami sebagai tanggapan resmi Sequis. Atas perhatian dan kerja samanya kami ucapkan terima kasih.

Hormat kami,

Felicia Gunawan
VP, Head of Corporate Branding, Marketing & Communications PT Asuransi Jiwa Sequis Life

Tolak Klaim Asuransi, Sequis Life & Bank Danamon Digugat Warga ke Pengadilan

Supriatin (40), warga Kelurahan Pela Mampang, Kecamatan Mampang Prapatan, selaku istri sah dan ahli waris dari Muhamad Yamani (almarhum), menggugat PT Asuransi Jiwa Sequis Life dan Bank Danamon ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan karena klaim kematian suaminya ditolak.

Perkara Gugatan Wanprestasi (ingkar janji) ini didaftarkan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada tanggal 12 September 2019 dengan Nomor Perkara 760/Pdt.G/2019/PN.Jkt.Sel, yang mana PT Asuransi Jiwa Sequis Life merupakan Tergugat I dan Bank Danamon sebagai Tergugat II.

“Betul, mereka menolak klaim asuransi atas kematian suami saya. Padahal saya adalah istri sah dan ahli warisnya lengkap dengan dokumen-dokumen sebagai buktinya. Untuk lebih jelasnya silahkan hubungi kuasa hukum saya,” ujar Supriatin saat ditemui di kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Rabu (29/1/2020).

Selanjutnya, Supriatin melalui kuasa hukumnya, Endang Sulas Setiawan dari ES & Partners Law Firm saat dihubungi menceritakan kronologi yang menjadi dasar Gugatan Wanprestasi tersebut.

Awalnya, pada tanggal 4 Juli 2017, Muhamad Yamani selaku suami dari Supriatin telah mendapatkan fasilitas kredit kepemilikan rumah bekas dengan plafond kredit sebesar Rp 600.000.000 dalam jangka waktu 120 bulan atau 10 tahun dari Bank Danamon (Tergugat 2).

Dalam prosesnya, Muhamad Yamani diminta untuk menandatangani blanko asuransi jiwa milik PT Asuransi Jiwa Sequis Life yang dalam hal ini adalah Tergugat II. Ia telah membayarkan biaya premi asuransi sebesar Rp 5.646.000 untuk asuransi jiwa dan Rp 1.787.920 untuk asuransi kebakaran.

Dengan demikian, Muhamad Yamani adalah sebagai Tertanggung dalam asuransi jiwa Nomor Polis 200201.A.114.3439 dengan pemegang polis Bank Danamon yang dikeluarkan oleh PT Asuransi Jiwa Sequis Life.

Muhamad Yamani telah membayarkan angsuran setiap bulan sebesar Rp 7.279.656 kepada Bank Danamon (Tergugat II). Setelah 7 (tujuh) bulan, tiba-tiba Muhamad Yamani meninggal dunia, tepatnya pada Rabu (21/2/2018) dalam suia 39 tahun.

Supriatin sebagai istri sah dan ahli waris Muhamad Yamani lantas mengajukan klaim asuransi akibat meninggal dunia kepada PT Asuransi Jiwa Sequis Life melalui Bank Danamon.

“Namun PT Asuransi Jiwa Sequis Life menolak dengan alasan usia polis pada waktu Tertanggung meninggal dunia adalah 7 (tujuh) bulan, yang mana masih dalam masa uji dan dalam pengisian formulir asuransi tidak menyatakan dan memberitahukan dengan benar,” tutur Endang Sulas Setiawan.

“Dan alasan tersebut telah membuat syok klien kami. Padahal, suatu kematian merupakan rahasia Tuhan dan alasan dari pihak asuransi adalah tidak benar serta mengada-ada. Dengan kata lain, hanya mencari segala cara dengan tujuan menolak klaim asuransi yang telah diajukan oleh klien kami,” imbuh Endang Sulas Setiawan.

Agenda sidang pertama di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dijadwalkan berlangsung pada 7 Oktober 2019 yang lalu. Namun, sidang terpaksa ditunda lantaran ada pihak Tergugat yang tidak hadir segingga dipanggil sampai beberapa kali.

Barulah kemudian pada Senin (20/1/2020), sidang kembali digelar dengan dihadiri oleh para pihak secara lengkap, baik Penggugat maupun Tergugat I dan Tergugat II. Penggugat diwakili oleh Endang Sulas Setiawan dan Sutino Markhaban. Sedangkan PT Asuransi Jiwa Sequis Life (Tergugat I) diwakili oleh kuasa hukumnya, Galih. Sementara itu, Bank Danamon (Tergugat II) diwakili oleh pengacaranya, Danang.

“Pada sidang tersebut, sebelum ke pokok perkara, Hakim Ketua menyarankan agar para pihak melakukan proses mediasi sebagaimana PERMA (Peraturan Mahkamah Agung) yang berlaku. Penggugat dan Tergugat menyerahkan sepenuhnya kepada Hakim Ketua untuk menunjuk Hakim Mediator yang kemudian diperankan oleh Fahmirun.

“Hari Rabu tanggal 27 Januari 2020 digelarlah sidang mediasi namun tidak berhasil. Tergugat I yakni PT Asuransi Jiwa Sequis Life tetap tidak mau membayar klaim asuransi yang telah diajukan klien kami. Sedangkan Tergugat II yakni Bank Danamon hanya bersifat pasif dan menyerahkan sepenuhnya kepada Tergugat I,” kata Endang Sulas Setiawan.

Dengan demikian, sidang akan dilanjutkan pada Senin (3/2/2020) dengan agenda pembacaan gugatan. Endang Sulas Setiawan meminta agar Majelis Hakim mengadili perkara ini dengan seadil-adilnya mengingat Tergugat I dan Tergugat II merupakan sebuah perusahaan besar.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan atau tanggapan dari PT Asuransi Jiwa Sequis Life maupun Bank Danamon