Lucinta Luna. (Instagram)

THREECHANNEL.CO – Kasus dugaan penyalahgunaan narkoba (Narkotika, Psikotropika dan Bahan-bahan Berbahaya lainnya) yang menjerat penyanyi dangdut kontroversial, Lucinta Luna turut disoroti oleh Spesialis Kedokteran Jiwa dari Klinik Psikosomatik RS Omni Alam Sutera, Tangerang Selatan, Banten, Dr. Andri, Sp.KJ, FACLP.

Spesialis Kedokteran Jiwa dari Klinik Psikosomatik RS Omni Alam Sutera, Tangerang Selatan, Banten, Dr. Andri, Sp.KJ, FACLP. (situs resmi RS Omni Alam Sutera)

Sebelumnya, Lucinta Luna diamankan aparat kepolisian di Apartemen Thamrin City, Jakarta Pusat, pada Selasa (11/2/2020) pukul 01.30 WIB (dini hari) dengan barang bukti Pil Riklona dan Tramadol.

Melalui akun Twitter-nya @mbahndi, Kamis (13/2/2020), Dr. Andri, Sp.KJ, FACLP bahkan mengkritik pemberitaan dari sebuah media ternama, Kompas.com.

Dalam artikel berjudul “Tips Memilih Antidepresan agar Tak Salah Pilih Seperti Kasus Lucinta Luna” yang ditulis Kompas.com, disebutkan bahwa “Artis peran Lucinta Luna ditangkap pihak kepolisian terkait penggunaan narkotika berjenis Tramadol dan Riklona Clonazepam pada Selasa (11/2/2020).”

Dr. Andri, Sp.KJ, FACLP rupanya tidak setuju dengan penyebutan Tramadol dan Riklona sebagai narkotika. Ia mengatakan bahwa Tramadol dan Riklona bukan tergolong narkotika dan bukan pula anti-depresan.

“Saya MOHON BANGET buat teman wartawan kalau menuliskan berita harus baca literatur dulu. Tramadol itu golongan antinyeri yang turunan opiat, clonazepam dan riklona itu anticemas golongan benzodiazepine bukan narkotika dan juga bukan antidepresan. Itu masuk PSIKOTROPIKA gol 4,” tulis akun Twitter @mbahndi.

Selanjutnya, redaksi threechannel.co mencoba menelusuri berita terkait melalui mesin pencarian Google. Akan tetapi setelah di-klik, artikel yang dimaksud sudah tidak tersedia lagi (sudah dihapus).

PSIKOTROPIKA vs NARKOTIKA

Berdasarkan Pasal 1 Ayat 1, Undang Undang Nomor 5 Tahun 1997, Psikotropika adalah zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku.

Sedangkan berdasarkan Pasal 1 Ayat 1, Undang Undang Nomor 35 Tahun 2009, Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semisintetis, yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan, yang dibedakan ke dalam golongan-golongan sebagaimana terlampir dalam Undang-Undang ini.