Mendikbud Nadiem Makarim. (ist)

THREECHANNEL.CO – Terobosan Mendikbud Nadiem Makarim terkait pembayaran SPP siswa menggunakan GoPay melalui fitur GoBills pada aplikasi Gojek mendapatkan kritikan pedas dari politikus Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean.

Selain tidak mampu menyediakan sebuah platform pembayaran yang mandiri, Nadiem Makarim dinilai telah menggunakan kekuasaan atau jabatannya untuk mencari keuntungan bagi perusahaan maupun dirinya sendiri.

Walaupun, yang bersangkutan telah mengundurkan diri dari Gojek setelah diangkat menjadi Menteri dalam Kabinet Indonesia Maju Jokowi-Ma’ruf 2019-2024.

“Kalau disebut penyalahgunaan kekuasaan pasti debatable. Tapi secara etika ini tak patut. Jangan-jangan Nadiem lebih memikirkan Gojek daripada anak sekolah negeri ini,” ujar Ferdinand Hutahaean dalam akun Twitternya, Selasa (18/2/2020).

Diberitakan sebelumnya, para orang tua dan wali murid kini dapat membayar SPP dan biaya sekolah lain dengan Gopay. Tak hanya SPP, pengeluaran lain seperti buku, seragam, dan kegiatan ekstrakurikuler juga dapat dibayar dengan dompet digital ini melalui aplikasi Gojek di fitur GoBills.

Diketahui saat ini ada sekitar 180 lembaga pendidikan seperti pesantren, madrasah, sekolah dan tempat kursus di Indonesia yang telah terdaftar di GoBills.

“Orang tua yang sibuk dapat fokus dengan kepentingan lain seperti pekerjaan. Tidak khawatir akan melewatkan tenggat pembayaran biaya sekolah,” kata Arno Tse, Senior Vice President Sales Gopay, Senin (17/2/2020).

“Selain memudahkan para orang tua, lembaga pendidikan yang tergabung juga ikut merasakan manfaat transaksi digital, di antaranya penerimaan iuran yang jelas dan pencatatan transaksi yang lebih rapi dan teratur. Kami berharap dapat menjangkau lebih banyak lagi lembaga pendidikan di seluruh Indonesia untuk menerapkan pembayaran digital,” ujar Arno Tse.