Animal Defenders Indonesia dan Pejuang Hak Hidup Hewan (PH3). (ist)

THREECHANNEL.CO – Animal Defenders Indonesia dan Pejuang Hak Hidup Hewan (PH3) menyambangi Polresta Bekasi untuk melaporkan spesialis pembunuh kucing dengan gagang sapu yang videonya viral dalam beberapa hari terakhir, Senin (17/2/2020).

“Kami hari ini selesai berkonsultasi dengan siaga reskrim Polres Bekasi Kota. Mereka sangat akomodatif dan sepakat ini harus ditindak. Saya diminta membuat surat laporan kronologis dan nanti akan ditindaklanjuti dengan LP, bukan Dumas (Pengaduan Masyarakat),” ujar Pendiri sekaligus Ketua Animal Defenders Indonesia, Doni Herdaru Tona.

Ia menjelaskan, aparat kepolisian menyarankan agar Animal Defenders Indonesia dan PH3 bergerak ke lokasi untuk persuasi pemilik supaya ikut terlibat dalam pelaporan.

“Saat ini kami menuju TKP dan hendak bertemu dengan pak RT setempat, lalu ke rumah pemilik kucing, untuk persuasi,” imbuh Doni Herdaru Tona.

Mendapat lampu hijau dari polisi, tim langsung menuju Jalan Bojong Megah, Blok F, Kota Bekasi, Jawa Barat. Akan tetapi, pemilik kucing tetap bersikukuh tidak mau bersaksi karena takut keselamatannya terancam.

Selanjutnya, Doni Herdaru Tona dan kawan-kawan meminta izin kepada Ketua RT di lingkungan tempat tinggal pelaku. Ketika sampai di rumah pelaku, tim memergoki pelaku sedang terlibat keributan dengan keluarganya hingga hampir terjadi baku-pukul.

Spesialis pembunuh kucing dengan gagang sapu di Bekasi. (ist)

“Tapi saat tim tiba, pelaku dan keluarga lalu meminta kami agar tidak melanjutkan kasus ini ke polisi sambil memelas. Hey, sama ibu-ibu tak berdaya bentak-bentak dan hampir pukul. Pas kami datang, langsung melas-melas? Drama apa ini?” Kata Doni Herdaru Tona.

“Karena merasa tidak ada penyesalan dari dalam hati, dan upaya defensif sangat terlihat, kami tetap akan melaporkan kasus ini agar menjadi efek jera. Beberapa warga setempat pun memberikan dukungannya untuk diberikan efek jera, mereka takut kucingnya jadi korban pelaku di kemudian hari,” ucapnya.

Pihaknya menegaskan akan kembali ke Polresta Bekasi pada Selasa (18/2/2020) untuk melengkapi berkas-berkas yang diminta aparat kepolisian. Doni Herdaru Tona meminta agar masyarakat khususnya pecinta hewan untuk sama-sama mengawal kasus ini sampai selesai. Selain memberikan efek jera bagi pelaku, juga menjadi pembelajaran bagi yang lainnya untuk tidak berbuat hal serupa.

Diberitakan sebelumnya, Animal Defenders Indonesia berhasil mengantongi identitas spesialis pembunuh kucing dengan gagang sapu yang videonya viral beberapa waktu lalu.

Hal ini diungkapkan oleh Pendiri sekaligus Ketua Animal Defenders Indonesia, Doni Herdaru Tona dalam keterangan tertulisnya, Minggu (16/2/2020).

“Identitas lengkap pelaku sudah kami kantongi. Nama lengkap, nama panggilan, nomor telepon, alamat dan pekerjaan,” ujar Doni Herdaru Tona.

Saat ini, Animal Defenders Indonesia dan Pejuang Hak Hidup Hewan (PH3) sedang berdiskusi dengan tim pengacara untuk mengambil langkah hukum agar memberi efek jera bagi pelaku.

“Karena pemilik cctv dan pemilik kucing yang dibunuh ketakutan tidak mau bersaksi. Mau sampai kapan dibiarkan aksi kejam ini? Yang jahat harus takut pada yang benar, bukan sebaliknya. Diamnya kita pada kejahatan yang terjadi, adalah andil dalam kejahatan itu sendiri. Dan, ya, kami tidak akan menerima permintaan maaf begitu saja. No way. Mudah-mudahan Senin sudah komplit dan akan kami laporkan ke Polres Bekasi,” papar Doni Herdaru Tona.

Sebelumnya, beredar sebuah video viral rekaman cctv aksi pembunuhan terhadap seekor kucing oleh seroang pria paruh baya. Menurut Doni Herdaru Tona, video tersebut pertama kali diunggah oleh pemilik kucing melalui akun Instagramnya.

Video berdurasi 30 detik itu dengan cepat menyebar hingga menuai kecaman dari para pecinta hewan termasuk komunitas Animal Defenders Indonesia dan Pejuang Hak Hidup Hewan (PH3).

Terlihat dalam video seorang pria paruh baya melakukan pemukulan terhadap seekor kucing yang sedang bermain di depan rumah pemiliknya.

Pria paruh baya itu yang kebetulan lewat lantas mengambil sapu dan memukulkan gagangnya kepada kucing yang tidak bersalah tersebut.

Walau terkesan tidak terlalu kuat, namun pukulan itu berhasil membuat sang kucing menggelepar, sekarat dan akhirnya mati.

“Dia sangat fasih memilih titik pukul. Saya analisa mungkin dia sering melakukan aksi serupa. Logikanya, jika hanya sekadar kesal, orang tidak paham mana titik fatal. Dan setelah sekali pukul, pelaku berlalu santai, tidak emosional melanjutkan pukulannya yang bisa memancing perhatian orang lain di sekitar,” kata Doni Herdaru Tona.