THREECHANNEL.CO – Kepala Seksi Observasi dan Informasi pada Stasiun Klimatologi Tangerang Selatan Yanuar Hendri menghimbau kepada warga Banten dan sekitarnya untuk waspada terhadap penyakit pernafasan akut, karena peningkatan polusi udara.

Hal itu mengingat dari hasil pengamatan Stasiun Klimatologi Tangerang Selatan, disejumlah wilayah Banten tidak mengalami hujan selama 60 hari.

“Kami himbau warga wapada tehadap penyakit Ispa. Karena terpantau tidak hujan selama lebih dari 60 hari, antara lain di wilayah Jakarta. Kemudian di wilayah Tangerang, kemudian Serang di bagian utara, di Pandeglang di wilayah selatan dan Lebak bagian selatan,” imbuhnya, kemarin.

Lanjut Yanuar mengatakan, selain berpotensi timbulkan penyakit, dampak yang perlu di waspadai ialah berkurangnya kapasitas air bersih. 

“Pasokan air bersih juga perlu kita perhatikan. Jangan sampai kita lengah,” tukasnya.
Apalagi peningkatan potensi polusi udara pada musim kemarau dapat terjadi disebabkan oleh pembuangan dari pembakaran bahan bakar kendaraan.

“Saat musim kemarau, polusi udara terlempar ke atmosfer,” tandasnya.
Namun, kata dia, saat musim kemarau, polusi udara yang terlempar ke atmosfer bisa dinetralisir oleh air hujan yang turun.

“Biasanya yang akan menetralkan atmosfer itu hujan. Jadi kemungkinan adanya hujan, atmosfer akan kembali normal polusinya. Akan Tetapi karena perkirannya tidak hujan maka polusinnya menumpuk bagi atmosfer,” ungkapnya(rb/hw)